Pemerintah Malaysia Belajar Sampah di Kota Tangerang

oleh -

Tangerang BersihPalapa News- Usaha Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang untuk menjadikan Kota Tangerang sebagai Kota Layak Huni menarik perhatian Pemerintah Malaysia untuk berbagi pengalaman dan mempelajari berbagai program, khususnya soal pengelolaan sampah yang dilaksanakan oleh Pemkot Tangerang.

“Pengalaman Kota Tangerang menata kota dan mengelola sampah menarik minat pemerintah Malaysia untuk berkunjung,” imbuh Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah sesaat setelah menerima kunjungan dari Badan Pengelola Sampah dan Kebersihan Malaysia yang dipimpin langsung oleh Datuk Abdurrahim bin Noor, selaku Kepala Badan di Ruang Rapat Walikota.

“Ini juga tidak terlepas dari usaha agresif Pemkot Tangerang yang selama 5 tahun memecahkan persoalan sampah,” paparnya.

Arief menambahkan, Pemerintah Malaysia sangat terkesan dengan usaha Pemkot Tangerang untuk membudayakan pola hidup bersih di kalangan masyarakat.

“Mereka terkesan dengan kelompok-kelompok masyarakat yang peduli terhadap program pengelolaan lingkungan yang digagas pemerintah. Karena di Malaysia banyak masyarakatnya yang kurang peduli,” katanya.

Kepedulian masyarakat dalam pengelolaan sampah tidak terlepas dari inovasi yang dilakukan Pemkot untuk menarik peran serta masyarakat.

“Contohnya melalui program Bank Sampah, karena mereka merasakan betul manfaatnya jadinya mereka juga tertarik untuk berpartisipasi,” jelas Arief seraya mengungkapkan, program pemerintah selain harus menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, juga harus punya value buatmasyarakat,” jelasnya.

Melalui rekomendasi Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kota Tangerang dipilih sebagai lokasi percontohan. Pasalnya, upaya Pemkot Tangerang selama lima tahun menata kota serta inovasinya dinilai sangat bagus. Misalnya saja ruang publik yang telah dibangun dan terbentuknya program berbasis kawasan.

“Tahun lalu mereka ke Palembang. Sekarang Kota Tangerang yang dipelajari, mungkin setelah ini Surabaya. Kota ini menjadi pilihan karena penataan kota sudah sangat bagus,” paparnya.

Kemudian, sejak dinobatkan sebagai kota terkotor pada tahun 2006, tahun 2008 persiapan dan 2009 mulai berbenah, karena Kota Tangerang dalam 5 tahun dinilai sangat agresif dalam menata ruang publik. Kota Tangerang pun terus berinovasi hingga akhirnya meraih penghargaan Adipura dan Adipura Kencana selama dua tahun beruntun.

Tak hanya itu saja, Pemkot Tangerang pun berhasil memberikan kesadaran terhadap masyarakat dengan membentuk komunitas peduli sampah. Bahkan, saat ini pun telah dibentuk kampung hijau, Tangerang Berkebun dan kampung bersih di beberapa pemukiman warga dan akan terus bertambah.(nai)

Komentar Anda

comments