Sampah Cipeucang Hanya Diurug Tanah

oleh -

PalapaNews.com- Warga Kecamatan Setu yang tinggal di sekitar TPST Cipeucang menagih janji Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) untuk menyediakan mesin pengolahan sampah. Hingga saat ini, sampah-sampah yang dikirimkan ke Cipeucang hanya diurug tanah.

“Pemkot janji akan menyediakan mesin pengolahan sampah. Tapi, sudah delapan bulan berjalan tidak ada buktinya,” kata Endang Sugianto selaku Ketua Forum Transerta Masyarakat TPST Cipeucang Tangsel.

Warga menilai pengelolaan TPST Cipeucang oleh Pemkot Tangsel terkesan dipaksakan. Pasalnya, Pemkot Tangsel janji jika TPST Cipeucang hanya sebagai uji coba untuk menampung sampah di tiga kecamatan. Namun setelah berjalan delapan bulan, ternyata menampung sampah dari warga di tujuh kecamatan.

Akibatnya, terjadi penumpukan sampah tanpa adanya pemilahan antara sampah rumah tangga dan sampah medis. “Hal ini sangat membahayakan warga, karena sampah medis dari klinik, bisa saja masuk dan menjadi sumber penyakit,” ujarnya.

Tak hanya itu saja, tumpukan sampah yang sudah meninggi dan tersiram air hujan, diurug oleh tanah. “Tidak ada sistem pengolahan sampah yang jelas. Pengolahan yang ada saat ini seperti pengolahan zaman kampung,” katanya.

Oleh karena itu, warga meminta kepada Pemkot Tangsel untuk segera memperbaiki pengelolaan sampah. “Kami setiap hari menghirup udara tak sedap dan banyak lalat yang timbul,” tegasnya.

Endang menambahkan, setiap hari ada 40 truk sampah masuk ke TPA. Akan tetapi, jumlah sampah itu hanya ditutup dengan tanah empat rit saja sehingga tidak mampu menutup seluruh sampah.

“Katanya pengelolaannya memakai teknologi tinggi tetapi hanya mengurug sampah yang datang, kalau itu sih bukan teknologi tinggi tetapi sejak zaman nenek moyang kita ya mengurug sampah,” ujar Agus, warga lainnya dalam pertemuan di Gedung DPRD Tangsel.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Tangsel, Rahmat Salam mengakui memang dampak lingkungan terhadap adanya TPST Cipeucang masih perlu ada kajian mendalam. “Kita ada program jangka pendek terkait tahapan pengolahan sampah. Jadi, tidak ada menimbulkan bau dan lalat,” katanya.(awa)

Komentar Anda

comments