Selimut Raksasa Ditarget Pecahkan Rekor Muri

oleh -

Selimut RaksasaPalapaNews. Serpong – Selimut berukuran raksasa rencananya akan dibuat oleh 1.200 orang di gerai Pendopo, Rumah Batik dan Kerajinan Indonesia, di Living World, Alam Sutera, Serpong. Ditargetkan, selimut raksasa dari kain perca ini akan memecahkan rekor di Museum Rekor Indonesia (Muri).

Pembuatan selimut raksasa yang bertajuk ‘Selimut untuk Ibu Pertiwi’ ini rencananya akan digelar Sabtu, 15 Desember 2013. Selimut raksasa ini akan dijahit tradisional oleh 1.200 peserta mulai pukul 08.00 hingga pukul 22.00.

Marketing Director Kawan Lama Group, Engelin Tjia mengatakan kegiatan menjahit dalam selimut untuk ibu pertiwi ini dilakukan sebagai bentuk program Corporate social responsibility (CSR) yang berada di bawah naungan Yayasan Kawan Lama Abdi Bangsa.

“Kegiatan ini sarat dengan nilai luhur. Ada semangat gotong royong, peduli dan mengutamakan kebersamaan,” ungkap Engeline menjelaskan dalam konfrensi pers di Living World, Alam Sutera, Kamis (13/12/2012).

Engeline mengatakan, selimut raksasa tersebut nantinya akan dipotong-potong seukuran 2×3 meter persegi (ukuran selimut normal). Pihaknya menargetkan, dari selimut raksasa itu akan menghasilkan minimal 30 selimut ukuran normal. Setelah itu, pihaknya akan menyerahkan potongan selimut tersebut ke para designer untuk dijadikan selimut cantik yang bernilai seni tinggi.

“Selimut itu akan dirapikan kembali oleh Kraviti, sebuah industri rumahan untuk perca, dipotong-potong dan diserahkan kepada desainer-desainer handal,” katanya.

Setelah dipercantik oleh para desainer, selimut tersebut akan dipasarkan dengan cara dijual di retail, dilelang atau dibeli secara online. Hasilnya akan dipergunakan untuk membangun tempat tinggal layak huni bagi masyarakat yang kurang mampu. Pembangunan tempat tinggal layak huni ini akan dilakukan oleh Yayasan Habitat for Humanity Indonesia.

“Kami menargetkan penjualan selimut itu sebesar Rp300 juta. Dananya akan dipergunakan untuk membangun 12 rumah yang layak huni,” tandasnya.

Saat ini, pihaknya sudah berhasil mengumpulkan 15 gulungan besar (koli) kain perca yang akan menjadi bahan untuk selimut raksasa. Kain-kain tersebut dikumpulkan dari rekanan-rekanan yang ikut bekerjasama dalam kegiatan ini.

“Kebersamaan jadi modal utama dalam kegiatan ini. 12 organisasi juga mendukung kegiatan ini,” tandasnya.

National Director Habitat for Humanity Indonesia, James Tumbuan mengatakan seluruh aspek kehidupan berawal dari rumah. Kesehatan, pendidikan, keamanan, pengenalan social value berawal dari rumah. Pihaknya yakin, dengan pembangunan rumah bagi masyarakat kurang mampu akan banyak mamfaatnya bagi sesama.

“Selimut untuk ibu pertiwi ini mengajak kita untuk peduli dengan sesama agar mendapatkan hidup yang lebih berkualitas, dengan memiliki rumah yang layak huni,” paparnya.(zar)

Komentar Anda

comments