Janji

oleh -

Apa perbedaan antara pil KB dan Pilkada? Obrolan warung kopi menyebutkan, perbedaan antara pil KB dan Pilkada. Jika Pil KB saat ‘lupa’ dikonsumsi dapat dipastikan ‘Jadi’, kalau Pilkada ‘Jadi’ dulu baru ‘Lupa’.

Obrolan warung kopi diatas, merupakan bukti semakin minimnya antusias masyarakat dengan janji-janji palsu para wakil rakyat yang telah berhasil menduduki singgasananya, dari pemilihan lurah, walikota, anggota dewan, gubernur, presiden, serta pemilihan bupati, seperti pesta demokrasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tangerang, yang akan di laksanakan pada 9 Desember 2012 mendatang. Ironis memang, tebar pesona, menumpuk janji-janji serta embel-embel muluk lainnya, seakan menjadi senjata ampuh para calon dalam pesta demokasi apapun di negeri ini, untuk ‘menghipnotis’ masyarakat awam, yang sebenarnya tidak membutuhkan semua itu.

Dan, sebagian besar masyarakat di Negara kita yang kaya ini, masih saja dapat terperdaya dengan janji-janji palsu para calon pejabat. Padahal, sudah sering masyarakat ‘terdzolimi’ dengan palsunya janji-janji itu, tapi masih saja dapat diperdaya dengan janji-janji palsu kemasan baru.

‘Janji-janji palsu, menjadi tiket legal yang gampang dilakukan untuk menggapai kesuksesan, dan hal itu masih saja dianggap efektif ’

Sebagian besar pejabat yang sudah menduduki singgasana, sudah pasti terkena penyakit ‘lupa’ serta merta langsung bergabung dengan lingkaran korupsi yang menggerogoti pilar-pilar moral dan ekonomi bangsa. Wajah tanpa dosa, prilaku ‘nothing to lose’ serta program kambing hitam, menjadi jimat ampuh agar terhindar dari hukum.

Akibatnya, kemiskinan melembaga yang tak pernah berkurang, quota sandang pangan impor semakin besar, diacuhkannya pendidikan membuat moral anak bangsa menjadi bobrok, tingkat gelandangan pengemis (Gepeng) serta angka pengangguran dan criminal semakin meningkat. Semua itu, menjadi warna-warna kelam bangsa ini di mata dunia. Akhirnya, Negara Indonesia tercinta tidak lagi berwibawa dan berkharisma seperti dulu.

Tapi, tak semua pejabat berjanji palsu. Masih banyak pejabat yang berusaha keras dalam memenuhi janjinya kepada masyarakat, karena janji adalah hutang yang harus dibayar. Seperti Jokowi, namanya sangat melekat di hati masyarakat, karena keberpihakan dirinya kepada rakyat kecil. Fadel Muhammad, dicintai masyarakat karena berhasil mewujudkan janji dengan gotong royong bersama rakyat untuk kesuksesan budidaya jagung. Dan, masih banyak pejabat lain yang dicintai rakyatnya tanpa harus menjual pepesan kosong yang mendzolimi masyarakat.

Sebenarnya, tak sulit menjadi sosok pejabat yang menunaikan janjinya, cuma memegang beberapa prinsip seperti mencintai rakyatnya dengan sepenuh hati, selalu konsisten dan focus terhadap program dan tujuan kerja, konsisten mengabdi sebagai pelayan masyarakat serta tak tergoda KKN dan konsumerisme.

Akhirnya, kembali kepada kita semua, bagaimana caranya memandang dan menyikapi pesta demokrasi di negeri tercinta ini. Selamat menjalankan pesta demokrasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tangerang pada 9 Desember 2012 mendatang.(**)

Komentar Anda

comments