Marak Truk Bertonase Besar Langgar Perwal

oleh -

SERPONG – Truk bertonase besar masih marak melintas di luar jam operasional kendaraan muatan berat, yakni pukul 22.00-05.00 WIB. Ketentuan jam operasional itu tertuang dalam Perwal No 3 Tahun 2012.

Bahkan, dari operasi gabungan Dinas Perhubungan (Dishub), Satlantas Polres Kota Tangerang dan Koramil 04 Serpong, ada 60 truk terkena operasi, Selasa (18/9/2012).

Sejumlah lokasi yang menjadi pusat operasi digelar di Jalan Raya Serpong dan Jalan Makam Pahlawan Seribu, Taman Tekno, serpong.

“Sedikitnya ada 60 unit kendaraan berat (truk) yang melanggar jam larangan operasi, kami berikan sanksi tilang,” Kepala Seksi Operasi Dishub Tangsel, T. Wahidin kepada palapanews.com.

Selain tilang, lanjut Wahidin, sanksi lain yang dijatuhkan adalah penahanan surat izin operasi atau Surat Uji KIR Kendaraan. Namun bila supir masih membandel, maka akan dijatuhkan sanks tilang SIM hingga penyitaan kendaraan.

Sementara Rosidin (50), pengemudi truk R 1881 BP asal Cilacap, Jawa Tengah yang terjaring operasi dan dijatuhi sanksi tilang, mengaku keberatan dengan sanksi yang dijatuhkan.

“Saya ke Tangerang paling sebulan sekali. Itupun kalau ada pesananĀ  minyak bahan pembuat lilin ke Puspitek Serpong. Kalau saya ditilang disini, pastinya akan repot mengurusnya,” tutur Rosidin lagi.

Sayangkan, razia tersebut tidak menindak tegas truk tanah yang setiap harinya melintas di daerah Tangsel. Mereka hanya diberikan teguran, setelah itu diminta kembali melanjutkan perjalanan.

Sementara yg penah diberitakan palapanews.com sebelumnya, bahwa yangg dikeluhkan masyarakat terutama daerah Muncul adalah lalu lalangnya truk-truk pengangkut tanah maupun pasir yang datang dari Bogor. Lalu lalang truk dinilai merugikan masyarakat sekitar.(jck)

Komentar Anda

comments