Palapanews.com- Ramainya Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) yang berpose seolah menunjukan tanda mendukung salah satu pasangan calon presiden (Capres) mendapat perhatian Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) setempat.
Kepala Dinas BKPP Kota Tangsel, Apendi menegaskan bahwa kejadian ASN Tangsel yang sedang ramai dibicarakan bukanlah ditujukan untuk mendukung paslon. Bahkan, BKPP Tangsel sudah memanggil kepala dinas terkait.
“Kalau kemarin itu saking semangatnya menunjukan tanda seperti itu. Jadi, tidak ada maksud dan tujuan kesana. Saya sudah panggil kepala dinas dan menjelaskan bahwa intinya mereka saking semangatnya,” tutur Apendi ketika ditemui di Masjid Al I’tishom, Rabu (16/1/2019).
Apendi juga menegaskan, bahwa ASN di Tangsel netral dan bergerak sesuai dengan aturan yang ada. Dalam setiap workshop maupun surat edaran, BKPP Tangsel sudah perintahkan ASN agar netral selama Pilpres 2019
“Karena sudah saya perintahkan, PNS Tangsel dan pegawai Tangsel harus sesuai dengan aturan. Netral kok, saya sudah buat edaran dan di setiap rapat, workshop saya sampaikan dan itu sudah jelas,” tegasnya.
Untuk mencegah kejadian yang sama, Apendi mengintruksikan kepada seluruh pegawai di Tangsel pada saat berfoto bersama untuk mengepalkan tangan saja tanda untuk maju.
“Saya bilang mengepalkan tangan saja, sebagai tanda untuk maju. Dan, sepakat mengepalkan tangan agar tidak salah penafsiran,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) dan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tangsel dipanggil oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangsel.
Pemanggilan dua kepala dinas itu berkaitan dengan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh oknum ASN tentang netralitas Pemilu dalam tubuh pejabat pemerintah. (nad)
