Palapanews.com- Aktivis Forum Pemerhati Pemilu Indonesia (FPPI), Agusta Surya Buana menyoroti ihwal penggunaan isu agama dalam praktik kontestasi politik, khususnya pada Pilpres 2019.
Ia mengimbau agar peserta Pilpres dan pendukunganya tidak membawa-bawa agama ke dalam praktik kontestasi politik. Menjadikan isu agama atau bahkan isu SARA ke dalam politik pemilu, menurutnya jelas merupakan pelanggaran dan menyebabkan umat terbelah.
“Lagi pula tidak ada juga relevansinya bawa-bawa isu agama dalam pilpres. Semua calon presiden beragama Islam, demikian juga calon wakil presiden, agamanya Islam semua. Bahkan salah seorang cawapres malah seorang ulama, ketua organisasi ulama dan pimpinan tertinggi organisasi Islam di tanah air,” katanya kepada media di Kota Serang, Banten, sesaat setelah diskusi terbatas ‘Isu Agama Dalam Pilpres 2019 & Dampaknya Bagi Ummat’, Senin (17/9/2018).
Dalam Pilpres, menurut dia, idealnya adalah perdebatan program atau adu visi misi. Siapa yang bisa memajukan dan menata negara agar rakyat sejahtera. Ia juga mengecam anjuran untuk menyisipkan kampanye salah satu paslon ke masjid-masjid dan majelis taklim. Menurutnya itu tindakan memalukan dan mengecewakan.
“Bagaimana mungkin ada anjuran seperti itu. Padahal jelas sekali dalam aturan, dilarang keras kampanye di tempat ibadah dan tempat belajar. Lembaga agama dan forum keagamaan jangan diseret untuk kepentingan dukung mendukung salah satu paslon. Apalagi jika sampai dibiayai untuk kepentingan kampanye salah satu paslon. Itu konyol,” tandasnya. (red)
