Palapanews.com- Sejumlah masyarakat di Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diberikan pelatihan pengelolaan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup setempat. Diharapkan masyarakat mau membentuk bank sampah dalam jumlah banyak.
Kabid Persampahan DLH Kota Tangsel, Wisman Syah menyampaikan pengelolaan sampah secara teknik perlu terus menerus disosialisasikan kepada masyarakat. Bagaimana cara mengolah sampah dengan cermat, efektif dan tepat sasaran sehingga sampah menjadi manfaat, bukan sekedar limbah yang harus dimusnahkan.
“Pelatihan ini untuk menyadarkan sampahku dan sampah tangung jawabku ini perlu kesadaran bersama supaya masyarakat lebih peduli terhadap kondisi sampah di sekitar rumah, lingkungan dan tempat umum,” katanya.
Jika masyarakat secara luas sudah terbangun pola pikir dan gaya hidup, maka sampah kedepan tidak jadi persoalan. Namun apabila selama masyarakat masih acuh, tidak mau memperdulikan sampah, membuang sembarangan, tidak mau memilah serta memanfaatkan maka sampah akan menjadi masalah sosial yang ditimbulkan oleh sampah.
“Udara dapat tercemar, mengganggu kesehatan, Tempat Pembuangan Akhir secara cepat penuh. Salah satu cara memilah sampah agar ada daur ulang sehingga, sampah tidak semua dibuang ke TPA kecuali sisa yang tidak dapat digunakan,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan kawasan Serpong Utara jumlah Bank Sampahnya bertambah. Dari tujuh kecamatan, sambung ia Serpong Utara memang terbilang masih sedikit. Dorongan agar pengurus RT atau RW dapat membentuk bank sampah supaya dapat membantu mengurangi sampah ke TPA Cipeucang.
“Kami mengharapkan bank sampah di wilayah Serpong Utara yang masih sedikit harus didirikan lebih banyak lagi sehingga dapat mengurangi pembuangan sampah ke TPA Cipeucang. Mengapa dapat berkurang? Karena sampah-sampah yang masih dapat dimanfaatkan melalui pemilahan terlebih dahulu,” tuturnya.
Kasie Kemitraan dan Pemberdayaan Masyarakat, DLH Kota Tangsel, Ahmad Rivai, menambahkan pelatihan ini diharapkan mampu merubah pola hidup masyarakat yang awalnya tidak peduli terhadap sampah di sektiar lingkungan masing-masing menjadi peduli. Sampah menjadi tangung jawab bersama, baik pemerintah dan masyarakat.
“Pelatihan ini semoga memberikan pengetahun bagi para peserta dalam memandang sampah baik sampah yang dihasilkan sendiri, sampah di rumah tangga, di lingkungan kerja dan sampah yang ada di sekitar lingkungan. Mari peduli dengan sampah untuk menyelamatkan lingkungan untuk masa depan kita bersama,” tambahnya. (nad)
