Kampung Jimpitan KB2 Kota Tangerang Andalkan Kolaborasi Warga

Palapanews.com- Kolaborasi dan kepedulian warga menjadi kekuatan Kampung Jimpitan Kompak Berbagi Berkah (KB2) di Kelurahan Batu Jaya, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang. Lingkungan ini menjadi salah satu lokasi percontohan program Ruang Bersama Indonesia (RBI) yang mendorong pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan keterlibatan masyarakat.

Praktik tersebut menjadi perhatian dalam kunjungan Tim Penilai dan Verifikasi Lapangan RBI yang dipimpin Irna Narulita Dimyati, Jumat (23/10/2026). Rombongan diterima Sekretaris Daerah Kota Tangerang Herman Suwarman.

Herman mengatakan, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus memperoleh masukan bagi pengembangan Kampung Jimpitan KB2.

“Kami menyambut baik kunjungan ini. Bagi kami, penilaian ini menjadi kesempatan untuk belajar, memperkuat hal-hal yang sudah berjalan, sekaligus mendapatkan masukan agar Kampung Jimpitan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Herman.

Menurut Herman, keberhasilan membangun lingkungan tidak cukup diukur dari perubahan fisik atau penghargaan yang diperoleh. Hal yang lebih penting adalah dampak nyata bagi warga, termasuk terbukanya ruang bagi perempuan untuk berkembang dan terciptanya lingkungan yang aman bagi anak.

“Kampung yang baik adalah kampung yang membuat warganya semakin berdaya. Perempuan memiliki ruang untuk berkembang, anak-anak merasa aman dan terlindungi, serta seluruh warga memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan berkontribusi,” katanya.

Ia menambahkan, semangat RBI perlu diwujudkan melalui kepedulian antarwarga, gotong royong, dan keterlibatan aktif masyarakat dalam kehidupan lingkungan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak perlu dijaga agar program berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata.

Herman berharap, proses penilaian dan verifikasi lapangan menghasilkan rekomendasi yang dapat memperkuat pengembangan Kampung Jimpitan KB2 sebagai ruang bersama yang inklusif.

“Keberhasilan bukan semata-mata soal predikat atau penghargaan. Yang jauh lebih penting adalah perempuan semakin berdaya, anak-anak semakin terlindungi, dan semakin kompak membangun lingkungannya. Ketika semua warga berdaya, kampung pun akan tumbuh bersama,” pungkasnya. (ydh)