Palapanews.com – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengintruksikan kegiatan belajar mengajar (KBM) sekolah dilakukan secara daring di tujuh kecamatan terhitung pada Senin, 7 September 2026.
Tujuh kecamatan yang sangat terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yakni; Kecamatan Cinangka, Anyer, Mancak, Padarincang, Ciomas, Pabuaran, dan Kecamatan Baros.
Kebijakan ini menyusul dampak dari Erupsi GAK yang terjadi sejak Jum’at, 4 September 2026. Hal tersebut disampaikan Bupati Serang saat meninjau Pos Pengamatan GAK Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pada Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen ESDM) di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka pada Minggu, 6 September 2026.
”Saat ini karena yang masih terdampak ada tujuh Kecamatan, itu ada Anyer, Cinangka, Padarincang, Baros, Pabuaran, Ciomas, dan Baros. Jadi kemungkinan tujuh kecamatan ini dulu yang terdampak yang akan kembali buat Surat Edaran untuk belajar secara daring,” bebernya.
Ratu Zakiyah memastikan segera mungkin untuk menerbitkan surat edaran berkenaan dengan belajar secara daring. ”Sesegera mungkin, buat surat edaran, karena abu vulkanik masih terjadi. Insya Allah senin saya buat surat edaran untuk KBM atau Kegiatan Belajaran Mengajar. Selama erupsi ini masih terus aktif, kami mohonkan untuk daring terlebih dahulu sampai berhentinya erupsi,” terangnya.
Berkenaan dengan rapat koordinasi terkait adanya erupsi Gunung Anak Krakatau yang sudah beberapa hari kebelakang terjadi, Ratu Zakiyah mengatakan Pemkab Serang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan pemantauan, pengawasan terhadap situasi yang terjadi terhadap adanya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
”Saya secara pribadi dan pemerintah daerah mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan kita semua terhadap yang terjadi saat ini,” katanya.
Kemudian kata Ratu Zakiyah, mengingat situasi saat ini banyak abu vulkanik pihaknya mengimbau kepada semua masyarakat jika tidak ada hal yang mendesak untuk bepergian keluar rumah maka sebaiknya ada di dalam rumah.
Namun, jika memang itu harus keluar maka gunakan masker dan kacamata, karena memang abu vulkanik sangat bahaya terutama untuk pernapasan.
”Abu vulkanik ini sangat membahayakan itu kalau sudah masuk ke dalam paru-paru itu bisa menyebabkan ispa, infeksi salur pernapasan bisa batuk, pilek, dan sebagainya,” terangnya.
Oleh karena itu, Ratu Zakiyah mengajak untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan antar semua perangkat daerah. ”Saya juga sudah sampaikan kepada kecamatan dan seluruh kepala desa yang ada di wilayah Kabupaten Serang, untuk siap siaga dan waspada terhadap adanya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau,” tandasnya.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen ESDM), Siti Sumilah Rita Susilawati mengungakapkan bahwa aktivitas Gunung Anak Krakatau atau GAK berdasarkan alat pemantauan menunjukkan penurunan. Namun, potensi terjadinya erupsi masih ada sehingga pemantauan dilakukan selama 24 jam.
”Sedangkan untuk hasil (pemantauan selam 24 jam) kami akan komunikasikan dengan pemerintah daerah apabila terjadi perubahan rekomendasi,” ungkap Siti. (rls/bd)
