Reformasi Birokrasi Berlanjut, Pemkot Tangerang Perkuat Budaya Pelayanan Prima

Palapanews.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui penguatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN). Salah satunya dilakukan melalui Pelatihan Teknis Substantif Pelayanan Publik yang resmi ditutup oleh Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, Kamis (4/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Maryono menegaskan bahwa pelayanan publik merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah yang paling dekat dan langsung dirasakan masyarakat. Karena itu, kualitas pelayanan aparatur menjadi salah satu indikator penting dalam membangun kepercayaan dan kepuasan publik.

“Pelayanan publik merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah yang langsung dirasakan masyarakat. Kinerja pemerintah tidak hanya dinilai dari kebijakan yang dihasilkan, tetapi juga dari kualitas pelayanan yang diberikan oleh aparatur,” kata Maryono.

Menurutnya, masyarakat saat ini tidak hanya mengharapkan layanan yang cepat dan tepat, tetapi juga pelayanan yang ramah, responsif, dan mampu memberikan solusi atas berbagai kebutuhan yang dihadapi.

Untuk itu, aparatur dituntut terus meningkatkan kompetensi, memperkuat kemampuan komunikasi, serta memiliki empati dan kepekaan dalam merespons kebutuhan masyarakat.

Maryono menjelaskan, pelatihan yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangerang tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat reformasi birokrasi melalui perubahan pola pikir dan budaya kerja aparatur yang semakin berorientasi pada pelayanan.

Selain itu, di tengah perkembangan transformasi digital yang semakin pesat, ASN juga dituntut mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan layanan yang lebih mudah, cepat, dan transparan.

Ia menegaskan, berakhirnya pelatihan bukan berarti proses pembelajaran telah selesai. Sebaliknya, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan harus menjadi bekal dalam meningkatkan kualitas pelayanan di lingkungan kerja masing-masing.

“Jadikan pelatihan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kinerja dan menghadirkan pelayanan yang lebih baik. Jadilah aparatur yang profesional, responsif, dan mampu menjadi teladan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Maryono menyampaikan apresiasi kepada BKPSDM Kota Tangerang, para narasumber, fasilitator, dan seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan dengan penuh komitmen.

Ia berharap semangat untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi dapat terus terjaga sebagai bagian dari upaya mewujudkan birokrasi yang modern, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Masyarakat mungkin tidak selalu mengingat program yang kita buat, tetapi mereka akan selalu mengingat bagaimana mereka dilayani. Karena itu, pelayanan prima harus menjadi budaya yang terus dibangun dan dijaga oleh setiap aparatur,” kata Maryono. (ydh)