Palapanews.com- Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang memberikan penghargaan kepada rumah sakit dan Kelompok Donor Darah Sukarela (KDDS) sebagai upaya memperkuat sinergi dalam pelayanan darah serta menjaga ketersediaan stok darah di daerah.
Kegiatan yang digelar di salah satu hotel di Kota Tangerang, Kamis (23/4), dihadiri Wali Kota Tangerang Sachrudin yang turut menyerahkan penghargaan.
Sachrudin mengatakan kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kepedulian masyarakat, termasuk melalui aksi donor darah sukarela.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pendonor sukarela. Konsistensi para pendonor menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan stok darah di Kota Tangerang,” kata Sachrudin.
Ia menyebut PMI Kota Tangerang juga memiliki peran dalam pengiriman plasma darah untuk fraksionasi serta menjadi rujukan wahana pendidikan pelayanan darah dari Kementerian Kesehatan.
Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan kualitas pelayanan darah yang dimiliki PMI Kota Tangerang.
“Saya mengajak rumah sakit memanfaatkan ketersediaan darah dari PMI Kota Tangerang yang kualitasnya telah terjamin,” ujarnya.
Ketua PMI Kota Tangerang Oman Jumansyah mengatakan pihaknya berkomitmen menjaga standar keamanan darah sekaligus memperkuat kolaborasi dengan rumah sakit dan kelompok donor darah sukarela.
Ia menyebut PMI Kota Tangerang telah memperoleh sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik dari Badan Pengawas Obat dan Makanan, yang disebut setara dengan standar internasional Good Manufacturing Practice.
“Kami menjadi yang pertama di Banten yang memperoleh sertifikasi ini,” kata Oman.
Menurut dia, momentum penghargaan tersebut diharapkan memperkuat sinergi antara PMI sebagai penyedia darah dan rumah sakit sebagai pengguna agar kebutuhan darah masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.
Perwakilan komunitas donor darah G.A Peduli, Ibrohim, menyatakan peran komunitas donor sukarela menjadi bagian penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan darah di Kota Tangerang.
Ia juga mendorong peningkatan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya donor darah, baik dari sisi kesehatan maupun kemanusiaan.
“Edukasi kepada masyarakat perlu terus diperkuat agar partisipasi donor darah sukarela semakin meningkat,” kata Ibrohim. (ydh)
