Palapanews.com- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang terus memperkuat pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian dari peningkatan koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, khususnya di tengah cuaca yang semakin tidak menentu.
Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan, saat memimpin Apel Bulanan BPBD Kota Tangerang yang digelar di Markas Komando BPBD, Selasa (1/7/2025).
“Personel harus selalu siaga. Jangan lengah meski sesaat. Perubahan cuaca yang ekstrem, potensi genangan, hingga laporan kebencanaan lainnya harus direspons cepat dan tepat,” tegas Maryono di hadapan para personel BPBD Kota Tangerang.
Maryono yang pernah menjabat sebagai Kepala BPBD Kota Tangerang ini juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas dan kompetensi petugas melalui pelatihan rutin serta simulasi penanganan bencana, sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang tangguh dan profesional.
“Kompetensi personel adalah kunci utama. Pelatihan dan uji kesiapan harus menjadi agenda berkelanjutan agar kita tidak gagap saat menghadapi situasi darurat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dalam setiap penanganan bencana, kecepatan dan ketepatan respons menjadi prinsip utama yang tidak bisa ditawar.
“Waktu sangatlah penting. Semakin cepat dan akurat kita merespons, semakin besar pula peluang untuk menyelamatkan jiwa dan meminimalkan kerugian,” jelasnya.
Tak hanya kepada personel BPBD, Maryono juga mengajak seluruh masyarakat Kota Tangerang untuk turut aktif dalam membangun budaya siaga bencana.
“Segera laporkan setiap potensi bahaya atau kondisi darurat melalui call center 112. Koordinasi antara masyarakat dan petugas di lapangan menjadi kunci keberhasilan penanganan bencana,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Meski hujan tergolong ringan, tetap berisiko menimbulkan genangan dan jalan licin.
“Masyarakat diharap tidak lengah, terutama di wilayah padat aktivitas seperti pusat kota, kawasan industri, dan jalur transportasi utama,” jelas Mahdiar.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat rutin memantau informasi cuaca melalui kanal resmi dan mempersiapkan perlengkapan seperti payung atau jas hujan.
“Cuaca yang tidak menentu belakangan ini menjadi perhatian tersendiri, mengingat aktivitas warga yang mulai meningkat seiring dengan transisi musim. Dengan kesiapsiagaan dan informasi yang akurat, diharapkan masyarakat bisa menjalani aktivitas dengan lebih aman dan nyaman,” pungkasnya. (adv)
