Palapanews.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menaruh perhatian pada anak-anak yang berpotensi putus sekolah, termasuk lulusan sekolah dasar yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah menengah pertama.
Berbagai program pendidikan disiapkan untuk memastikan anak-anak tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar mengatakan, pencegahan anak putus sekolah menjadi salah satu bagian penting dalam penguatan ekosistem pendidikan di Kota Tangerang.
Pemerintah, kata dia, tidak hanya berupaya membuka akses pendidikan, tetapi juga menyiapkan berbagai pilihan bagi anak yang menghadapi kendala untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
“Pemerintah tidak hanya berupaya membuka akses menuju sekolah, tetapi juga memastikan anak memiliki pilihan pendidikan yang sesuai apabila menghadapi kendala untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya,” ujar Wahyudi, Jumat (28/8/2026).
Salah satu perhatian Pemkot Tangerang diarahkan pada masa transisi pendidikan, khususnya anak yang telah menyelesaikan pendidikan di jenjang SD namun belum melanjutkan ke SMP.
“Yang kedua, pencegahan lulus tidak melanjutkan, dari jenjang SD ke SMP. Hal ini menjadi kunci juga, kami akan mencoba mengintervensi dengan program yang ada,” ujarnya.
Menurut Wahyudi, intervensi tersebut dapat dilakukan melalui sejumlah program yang telah disiapkan pemerintah, di antaranya sekolah gratis dan program Tangerang Cerdas.
Program tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan masyarakat untuk mengakses pendidikan sekaligus mencegah anak keluar dari jalur pendidikan.
Selain melalui pendidikan formal, Pemkot Tangerang juga mengoptimalkan jalur pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Melalui program Paket A, Paket B dan Paket C, masyarakat yang tidak dapat mengikuti pendidikan formal tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.
Upaya pencegahan anak putus sekolah juga dilakukan dengan pendekatan langsung kepada keluarga. Pemkot Tangerang menyiapkan program home visit bersama perangkat kewilayahan untuk mengetahui kondisi anak serta memberikan edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya keberlanjutan pendidikan.
Melalui ekosistem Gampang Sekolah, Pemkot Tangerang terus memperkuat akses, mutu dan tata kelola pendidikan. Monitoring dan evaluasi juga dilakukan secara berkala untuk memastikan program yang dijalankan mampu menjangkau anak-anak yang berpotensi keluar dari jalur pendidikan. (ydh)
