UMN Rayakan Keberhasilan Hasil Karya Mahasiswa: “Buku Kisah Para Perintis Kompas Gramedia”

Palapanews.com — Kompas Gramedia bersama keluarga pendiri dan para pemangku kepentingan hari ini meluncurkan buku Kisah Para Perintis Kompas Gramedia. Sebuah karya visual-naratif yang menuturkan perjalanan hidup dua tokoh penting, P.K. Ojong dan Jakob Oetama ini, dilaunching pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Buku ini diharapkan menjadi warisan nilai yang dapat terus menginspirasi generasi Indonesia. Peluncuran buku ini turut diisi dengan sesi talkshow bertema “Nilai yang Menjadi Fondasi”, menghadirkan CEO KG, Ketua Yayasan, Rektor UMN, narasumber, Penerbit, Karyawan KG, Penulis Alumni UMN.

Dalam sesi tersebut, Lilik Oetama selaku CEO Kompas Gramedia menyampaikan bahwa pendekatan buku ini yang disajikan dalam bentuk cerita bergambar, adalah cara yang sangat relevan untuk menjangkau generasi muda masa kini. Kita mengharapkan nilai-nilai besar dalam buku ini hadir dekat dengan anak-anak, remaja, mahasiswa, dan semua generasi muda.

“Dua pendiri Kompas Gramedia menanamkan integritas, ketekunan, semangat untuk terus belajar, dan menanamkan keyakinan bahwa setiap karya harus memiliki makna,” jelas Lilik.

Lilik juga menegaskan bahwa di tengah transformasi digital yang berkembang sangat cepat, Kompas Gramedia pun terus bertransformasi. Namun bagi Lilik, dalam setiap perubahan dan transformasi terdapat ‘nilai’ pendiri yang  tidak boleh berubah.

“Nilai-nilai integritas, kualitas, tanggung jawab, dan visi jangka panjang harus tetap menjadi kompas utama. Hal inilah yang menjadi warisan terbesar para perintis kita, dan alasan mengapa buku “Kisah Para Perintis Kompas Gramedia” menjadi penting. Buku ini hadir untuk memastikan bahwa generasi berikutnya tidak hanya mengenal nama P.K. Ojong dan Jakob Oetama. Tetapi memahami nilai hidup yang mereka perjuangkan,” bebernya.

Lilik mengapresiasi bagaimana pendekatan dan buku ini dikemas dalam bentuk cerita bergambar. Pendekatan ini menjadi salah satu cara yang relevan untuk menjangkau generasi muda masa kini. Lilik ingin kisah para perintis Kompas Gramedia dapat dipahami, dirasakan dan dimaknai oleh generasi penerus, ditengah dunia yang terus bertransformasi.

“Kita boleh terus bertumbuh kemanapun, menjelajahi peluang baru, dan terus bertransformasi. Tetapi kita tidak boleh kehilangan akar, dan akar itu adalah nilai hidup para pendiri. Semoga buku ini dapat menjadi medium yang terus menghidupkan nilai-nilai para perintis, dan memastikan bahwa semangat mereka tetap menjadi Fondasi dalam membangun masa depan Kompas Gramedia dan Indonesia,” tutup Lilik.

Mariani Ojong, salah satu putri P.K. Ojong, turut hadir dalam peluncuran buku Kisah Para Perintis Kompas Gramedia. Sebagai bagian dari keluarga pendiri, Mariani melihat buku ini sebagai medium yang baik untuk mengenalkan berbagai nilai penting yang diwariskan para perintis dengan cara yang mudah dipahami, khususnya oleh anak-anak.

“Salah satu nilai yang bisa kita pelajari dan juga implementasikan adalah bagaimana kita sebagai individu harus bisa mengambil keputusan sendiri, baik hal kecil maupun hal besar, dan tentunya bertanggung jawab atas keputusan yang telah kita pilih,” ucapnya.

Mariani juga mengungkapkan bahwa kejujuran menjadi salah satu nilai yang ditekankan oleh P.K. Ojong, baik dalam kehidupan maupun pekerjaan. Baginya, nilai tersebut juga menjadi hal penting yang perlu dipahami dan diterapkan oleh generasi muda.

Buku ini juga menjadi momen refleksi bagi keluarga besar Kompas Gramedia tentang perjalanan panjang yang dibangun di atas prinsip kemanusiaan, dedikasi, dan keberanian mengambil keputusan.

Melalui buku ini, Kompas Gramedia berharap nilai-nilai luhur para pendiri dapat tetap hidup dan menjadi warisan bagi institusi, keluarga, dan masyarakat luas. (rls/bd)