OMS Dorong Sinkronisasi Program Kota Sehat Tangsel Hingga Tingkat Kelurahan

Palapanews.com- Sejumlah Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) mendorong sinkronisasi program kesehatan dengan arah kebijakan Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui usulan yang disampaikan dalam pra-musrenbang. Langkah ini bertujuan menyelaraskan kegiatan masyarakat dengan RPJMD, indikator kinerja perangkat daerah, serta visi–misi Wali Kota.

Sebagai tindak lanjut, OMS bersama mitra komunitas kembali mengaktifkan intervensi lintas isu melalui kerangka Kota Sehat 2025. Relawan, kelompok pendamping, dan jaringan komunitas terlibat dalam perumusan aktivitas di berbagai tatanan — mulai dari kesehatan masyarakat, HIV, tuberkulosis, lingkungan, pendidikan, hingga kawasan industri.

Pada tatanan Kehidupan Masyarakat Sehat dan Mandiri, Dinas Kesehatan menyiapkan Festival GERMAS Tangsel sebagai agenda tahunan yang memperluas edukasi perilaku hidup sehat. Kegiatan tersebut menjadi wahana promosi kesehatan dan penyebaran informasi mengenai HIV/TB melalui dukungan puskesmas dan relawan di tingkat kelurahan.

Layanan HIV dan IMS turut diperluas dengan target 35 puskesmas menyediakan layanan ART secara lengkap. Rumah sakit, dinas terkait, dan komunitas pendamping dilibatkan dalam skema mobile ART, pendampingan sebaya, dan keterhubungan layanan bagi kelompok rentan.

Technical Officer Bina Muda Gemilang, Iman Permana, menilai kemitraan ini penting untuk memastikan jangkauan layanan lebih merata. “Komunitas siap memastikan masyarakat, terutama kelompok rentan, benar-benar mendapat layanan yang mereka butuhkan,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).

Ketua AMSATS, Dadang, menyoroti peran kader kesehatan sebagai ujung tombak pelaksanaan program. “Skema insentif terpadu menjadi solusi untuk menjaga motivasi kader dalam mendampingi warga,” ungkapnya.

Pada tatanan pendidikan, Pemkot Tangsel memperluas program Sekolah Ramah Anak dan edukasi kesehatan remaja di 30 sekolah. Fasilitator dan pendidik sebaya turut dilibatkan agar pesan pencegahan dapat diterima efektif oleh siswa.

Di sisi lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup dan komunitas menggerakkan Gerakan Pilah Sampah dari Rumah serta menyediakan materi edukasi kesehatan di pemukiman padat.

Intervensi juga dilakukan di pasar dan kawasan industri melalui Gerakan Pasar Sehat, edukasi K3 bagi pekerja, serta layanan Mobile VCT bagi buruh yang sulit mengakses fasilitas kesehatan.

Perwakilan Forum Kota Sehat Tangsel, Rudi, menegaskan pentingnya keterlibatan bersama. “Kota sehat hanya bisa terwujud jika semua pihak bergerak. Kami memastikan sinergi berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui kolaborasi di lima tatanan tersebut, OMS bersama pemangku kepentingan menargetkan peningkatan akses layanan kesehatan, penurunan penyebaran penyakit menular, serta terbentuknya lingkungan hidup yang lebih aman dan sehat bagi seluruh warga. (red)