Palapanews.com – Universitas Multimedia Nusantara (UMN) kini, memiliki Program Studi Magister Desain. UMN memperkuat posisinya sebagai kampus yang unggul dalam pengembangan desain yang berkelanjutan.
Universitas Multimedia Nusantara melalui program pascasarjananya secara resmi meluncurkan Program Studi Magister Desain di Menara Kompas, Palmerah, Jakarta Pusat pada Kamis, 10 Juli 2025.
Peluncuran ini menjadi langkah strategis UMN dalam menjawab kebutuhan industri desain masa kini yang kian kompleks dan menuntut pendekatan yang yang menekankan pendekatan inovatif, berkelanjutan, dan berbasis teknologi.
UMN didirikan pada tahun 2006 oleh Kompas Gramedia sebagai wujud nyata komitmen dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. UMN hadir dengan empat fakultas unggulan, yang menaungi tiga belas program studi serta tiga program magister yang dirancang untuk menjawab kebutuhan industri masa depan.
Selama 19 tahun, UMN terus mengembangkan institusi hingga memiliki 17 program studi yang terdiri dari D3, S1, dan pascasarjana dari empat fakultas. Tahun 2025 ini UMN kembali membuka program studi ke 18, yaitu Magister Desain.
BACA JUGA : Kuliah Perdana Magister Ilmu Komunikasi, UMN Ajak Mahasiswa Hadapi Tantangan AI
Peluncuran program magister desain ini juga sebagai bentuk UMN menjawab tantangan global yang saat ini menuntut manusia untuk terus kritis, kreatif dan kompeten.
“Sedikit saya cerita tentang Jakob Oetama dan P.K Ojong pendiri Kompas Gramedia, beliau tidak hanya seorang wartawan dan guru tapi juga penyuka seni. Mereka mengumpulkan segala seni yang ada di Indonesia dan selalu mengingatkan kita untuk melestarikan budaya dan seni di negara ini agar generasi berikutnya punya kesempatan seni dan budaya itu,” ungkap Teddy Surianto, Ketua Yayasan Multimedia Nusantara.
Inilah juga, tegasnya, yang menjadi alasan mengapa pada akhirnya UMN juga memiliki posisi yang kuat di program studi berbasis seni termasuk Magister Desain yang hari ini diresmikan. Teddy menyatakan bahwa dengan adanya Magister Desain adalah bentuk komitmen UMN dalam mewujudkan visi Kompas Gramedia “Enlightening People”.
Sedari awal UMN dibangun, sosok Jakob Oetama ingin menyiapkan lulusan yang siap kerja di dunia kreatif, dan bagi Teddy desain adalah salah satu elemen penting bagi tumbuhnya industri kreatif.

BACA JUGA : Kampus UMN dan MNP Resmi Dibuka di Menara Kompas Bagi Program Magister
Setuju dengan Teddy, Rektor UMN Dr. Andrey Andoko dalam sambutannya menjelaskan bahwa kemajuan teknologi tidak menjadi penghalang visi dan misi Kompas Gramedia untuk terus mengembangkan ilmu-ilmu baru dan berkelanjutan melalui peluncuran program studi desain di Universitas Multimedia Nusantara.
“Program studi Magister Desain berfokus pada visi berkelanjutan, program studi memberikan perhatian khusus pada konsep Sustainable ICT dan Sustainable Business Design dengan pendekatan Interdisipliner. Diharapkan akan menghasilkan lulusan yang dapat menjadi creativepreneur, praktisi & pemimpin, atau peneliti ahli khususnya dalam bidang desain yang berkelanjutan,” tandas Andrey.
Andrey sendiri turut senang banyaknya peminat magister desain dan mempercayai UMN sebagai institusi pendidikan. Menurut Andrey, adanya program studi Magister Desain sebagai respon UMN dalam memenuhi kebutuhan masyarakat industri desain masa depan yang semakin menuntut inovasi, penerapan teknologi, Artificial Intelligence, dan pemahaman terhadap aspek sustainability.
“Harapan saya dengan adanya Magister Desain kita bisa menyiapkan mahasiswa untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam perancangan dan penerapan teknologi digital serta praktik bisnis yang berkeberlanjutan dalam aspek lingkungan, budaya, sosial dan ekonomi. Diharapkan lulusannya dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan perekonomian Indonesia,” tambah Andrey.
BACA JUGA : Sukses UMN, Magister Ilmu Komunikasi Raih Akreditasi ‘Unggul’ dari BAN-PT
Program Magister Desain UMN ini dirancang dan dibuat dengan tujuan untuk mengikuti ilmu pengetahuan yang terus berkembang. Pengembangan ilmu desain ke jenjang yang lebih tinggi menjadi langkah tepat dan harus diambil oleh UMN, melihat capaian Akreditasi Unggul UMN, serta Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) yang telah meraih akreditasi A, dan memperoleh pengakuan AUN-QA.
“Dalam pembelajaran dan kurikulum Magister Desain kita sudah mengintegrasikan Artificial Intelligence dan Sustainability. Hal ini sebagai wujud kami menerapkan sustainability dan tidak meninggalkan teknologi yang ada. Harapan saya kedepannya nanti akan banyak peminat Magister Desain dan terus meningkat, sehingga UMN diakui secara global dan bisa mencapai World Class University,” ungkap Friska Natalia, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Internasionalisasi.
Program studi Magister Desain nantinya akan selaras dengan rencana universitas dan kebutuhan industri. Friska berharap nantinya lulusan Magister Desain UMN memiliki kompetensi dalam penguasaan teknologi dan green skills.
BACA JUGA : UMN Luluskan Magister Manajemen, Sarjana TF dan TE Angkatan Pertama
Sementara itu Muhammad Cahya Mulya Daulay, Dekan Fakultas Seni dan Desain UMN menjelaskan, bahwa Program Magister Desain UMN menitikberatkan pada pendekatan interdisipliner dalam keilmuan desain, dengan fokus pada isu keberlanjutan dan teknologi digital.
“Desain diposisikan sebagai metode strategis untuk merancang, merencanakan, dan diharapkan menciptakan kehidupan yang lebih baik, melalui artefak maupun sistem dan layanan yang dirancang secara terencana. Tanpa memandang latar belakang keilmuan sebelumnya, setiap mahasiswa akan memperoleh pengetahuan dan pemahaman tentang cara berpikir desain (design thinking),” terangnya.
Bagi Cahya, penekanan pada isu sustainability bukan hanya tren dan jargon semata, namun pola pikir yang strategis. Segala tindakan harus mempertimbangkan dampak jangka panjang, bukan sekadar solusi sesaat yang mengabaikan akibat di masa depan. Tidak terbatas pada isu lingkungan, namun juga mencakup sistem, layanan, dan artefak yang digunakan manusia sehari-hari.
“Di sinilah peran desain menjadi krusial. Proses merancang merupakan ikhtiar untuk menciptakan solusi berkelanjutan, baik sebagai fondasi baru maupun sebagai upaya merestorasi objek atau sistem yang telah ada agar memiliki usia guna dan nilai manfaat yang lebih panjang,” tambah Cahya.
Cahya berharap Program Magister Desain UMN menjadi wadah lahirnya intelektual desain, pemikir, dan pelaku yang memanfaatkan ilmu dan keterampilannya, dan mencetak problem solver untuk berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dengan pendekatan desain yang strategis dan kontekstual.
Grand launching Magister Desain UMN kali ini juga terdapat pemaparan materi singkat dari Dwi Santoso selaku Staff Ahli Kementerian Komunikasi dan Digital. Pada kesempatan ini Dwi memaparkan tentang kemajuan teknologi saat ini salah satunya Artificial Intelligence (AI). Manusia sudah melewati banyak era kemajuan teknologi mulai dari era plastik, era microchip, hingga saat ini era AI. (rls/bd)
