Respons Laporan Warga, Pemkot Tangerang Tangani Anak Diduga Terlantar di Batusari

Palapanews.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Kecamatan Batuceper dan Dinas Sosial menangani seorang anak laki-laki yang diduga terlantar setelah menerima laporan dari warga Kelurahan Batusari, Kecamatan Batuceper.

Anak tersebut ditemukan warga berada di sekitar kawasan Jembatan Pelo dan kemudian dievakuasi ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Tangerang untuk menjalani pendataan serta asesmen lebih lanjut.

Camat Batuceper Achsin Ghufron Falfeli mengatakan laporan mengenai keberadaan anak tersebut diterima dari masyarakat setempat yang merasa khawatir melihat kondisinya.

“Kami menerima laporan dari masyarakat mengenai keberadaan seorang anak yang diduga terlantar di wilayah Batusari. Setelah kami cek langsung ke lokasi, yang bersangkutan memang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Karena itu kami segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial agar anak tersebut dapat memperoleh perlindungan dan pendampingan sementara di rumah singgah,” kata Ghufron, Selasa (9/6/2026).

Menurut dia, pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan setiap anak yang berada dalam kondisi rentan mendapatkan perlindungan dan penanganan yang layak.

Proses pendekatan dilakukan secara persuasif agar anak tersebut merasa aman dan bersedia mengikuti proses penanganan yang telah disiapkan pemerintah.

“Kami tidak ingin anak ini merasa takut. Kami ajak berbicara dengan baik dan secara kekeluargaan agar bersedia ikut ke Rumah Singgah Dinas Sosial. Alhamdulillah akhirnya anak tersebut mau dibawa untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Sebelumnya, warga menemukan anak tersebut berada di sekitar Jembatan Pelo, Kelurahan Batusari. Pada keesokan harinya, anak itu kembali terlihat berada di lingkungan yang sama sehingga warga melaporkannya kepada pihak kelurahan.

Sandi, warga setempat, mengatakan warga merasa perlu melaporkan temuan tersebut karena khawatir terhadap keselamatan anak tersebut.

“Siang tadi kami lihat dia masih berada di sekitar lingkungan sini. Karena kasihan dan khawatir, akhirnya kami menghubungi pihak kelurahan untuk membantu mengevakuasi,” kata Sandi.

Setelah dievakuasi, anak tersebut dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Tangerang untuk menjalani proses pendataan dan penelusuran identitas.

Penanggung Jawab Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Tangerang Tatang mengatakan pihaknya akan melakukan asesmen awal, termasuk menelusuri identitas anak melalui data biometrik dan informasi yang dapat diperoleh selama proses pendampingan.

“Anak yang dikirim dari Batuceper ini nanti akan kami cari datanya melalui biometrik. Jika ada data identitas atau informasi mengenai keluarganya, akan kami telusuri. Selama tiga sampai tujuh hari ke depan kami melakukan pencarian dan pendalaman data,” ujarnya.

Menurut Tatang, apabila keluarga anak tersebut berhasil ditemukan, Dinas Sosial akan melakukan proses reunifikasi sesuai prosedur yang berlaku.

Namun apabila upaya penelusuran tidak membuahkan hasil, pemerintah akan menyiapkan langkah perlindungan lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau keluarganya ditemukan tentu akan kami kembalikan kepada keluarganya setelah melalui proses yang diperlukan. Jika tidak ditemukan, maka akan menjadi tanggung jawab negara melalui mekanisme perlindungan sosial yang tersedia,” kata Tatang. (ydh)