Ngobras Bersama Wali Kota Sachrudin: Segelas Kopi, Curhat Warga, dan Solusi Kota

KOMUNIKASI menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari‑hari, sebagai langkah menyampaikan informasi, gagasan, dan pengungkapan perasaan antarsesama untuk menjalin hubungan serta mencari solusi bersama dalam memecahkan persoalan.

Yan Dwita Hermansyah

Hal inilah yang disampaikan Wali Kota Tangerang, Sachrudin, saat “Ngobrol Bareng Sachrudin” (Ngobras) di kediamannya, Kelurahan Poris Plawad Utara, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.

Pagi yang cerah membuat suasana rumah Sachrudin dipenuhi masyarakat yang hendak berbincang sambil menikmati segelas kopi hitam. Berbincang bersama warga telah menjadi kebiasaannya sejak dulu untuk saling mendengarkan keluhan, saran, hingga kritik selama menjalankan roda pemerintahan.

Ngobrol santai ini terbukti efektif untuk menggali beragam informasi yang diperkuat data sehingga tidak terjadi miskomunikasi.

“Komunikasi itu sangat penting untuk mendengarkan keluhan, saran, hingga kritik. Dengan komunikasi, semua persoalan akan terselesaikan dengan baik dan dapat menciptakan kondusivitas, khususnya dalam memimpin Kota Tangerang ini,” ungkap Sachrudin.

Dalam obrolan santai Sabtu, 17 Mei, Sachrudin yang mengenakan kemeja warna krem itu menyampaikan bahwa komunikasi efektif mampu membangun kepercayaan publik, meningkatkan keterlibatan masyarakat, dan berdampak positif.

Menurutnya, komunikasi yang dibangun bukan sekadar berbicara, melainkan komunikasi antarpersonal yang menumbuhkan kepercayaan kuat di tengah masyarakat. “Kita harus memahami pola pikir, keinginan, hingga keluhan masyarakat. Kekurangan apa pun dapat diselesaikan dengan baik, khususnya di Pemerintah Daerah Kota Tangerang,” paparnya. Ia menambahkan, komunikasi efektif membantu pemerintah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak—masyarakat, organisasi non‑pemerintah, hingga sektor swasta—demi mencapai tujuan pembangunan dan meningkatkan kualitas layanan publik. Sebaliknya, komunikasi tidak efektif dapat memicu salah paham.

“Bukalah ruang seluas‑luasnya untuk menjalin komunikasi dengan berbagai kalangan. Saya juga membuka ruang untuk berdiskusi dan berinteraksi guna mencapai kesepahaman,” imbuhnya.

Di era digital, lanjut pria kelahiran 1961 itu, pemerintah perlu memanfaatkan teknologi untuk menjalin hubungan dengan masyarakat, memperluas akses informasi, dan meningkatkan partisipasi publik. Media sosial, situs web pemerintah, serta aplikasi layanan publik digunakan untuk menyampaikan program Pemkot Tangerang sekaligus menampung masukan warga.

Manfaat teknologi digital, tambahnya, membuat Pemkot Tangerang membuka pintu komunikasi publik yang lebih kuat. Media sosial pun dimanfaatkan untuk merespons langsung saran atau keluhan warga.

“Kembali lagi, komunikasi itu sangat penting dalam berbagai hal di era modern ini. Dengan demikian, hubungan pemerintah dan masyarakat akan semakin kuat untuk membangun Kota Tangerang,” ujarnya. (*)