Dinas Perkimtan Kota Tangerang Biayai Perencanaan Teknis Jaringan Perpipaan Zona 3

Palapanews.com Dinas Perumahan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kota Tangerang memfasilitasi perencanaan teknis jaringan perpipaan layanan air bersih pada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Benteng pada pengembangan zona 3. Adapun zona 3 meliputi wilayah Kecamatan Karang Tengah,Pinang, Larangan, dan Ciledug.

Perencanaan teknis jaringan perpipaan tersebut juga menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang dengan nilai pagu sebesar Rp448.478.100 yang tertera dalam LPSE Kota Tangerang.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Kepala Bidang Air Minum dan Air Limbah pada Dinas Perumahan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kota Tangerang, Riznur Masrun.

Riznur menyampaikan, Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Perkim memfasilitasi untuk perencanaan teknis perpipaan air bersih untuk zona tiga, sedangkan untuk pembangunannya dilakukan oleh pihak swasta yang telah bekerjasama dengan Perumda Tirta Benteng.

“Perencanaan teknis ini meliputi berbagai hal seperti panjangnya lokasi, apakah ada utilitas lainnya dibawah tanah hingga berapa banyak simpangan jalan yang akan dilalui oleh pipa air bersih,” ungkap Riznur, Senin, 28 April 2025.

Riznur menambahkan, untuk zona tiga ini nantinya akan dialiri air bersih yang berasal dari SPAM Regional Waduk Karian, Lebak, sehingga perencanaanya harus dilakukan dari sekarang. “Untuk perencanaan teknis air bersih memang ada di Perkimtan, jadi ketika perencanaan sudah selesai maka proses pembangunan fisik bisa langsung dilaksanakan,” paparnya.

Diketahui, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Benteng Kota Tangerang melakukan tandatangan kontrak dengan perusahaan pemenang tender yakni Konsorsium Palyja Aetra dengan perkiraan nilai investasi Rp 2.1 triliun yang berlokasi di Kantor Kementerian PUPR, Kamis, 21 Desember 2023.

Berdasarkan surat penetapan pemenang lelang dari penanggungjawab proyek kerjasama (PJPK) Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang, nilai penawaran capex senilai Rp 2.118.881.505.410, dan nilai negosiasi capex senilai Rp 1.940.733.788.500.(ydh)