Palapanews.com– Beberapa pendukung Ibu Airin mengatakan dan meyakinkan saya, bahwa tidak ada masalah dengan Golkar dalam mengusung Airin dan tidak ada masalah juga dengan PDIP untuk memasangkan kadernya dengan Airin. Lalu saya bertanya, kenapa belum mengumumkan secara resmi koalisi Golkar-PDIP nya? Mereka menjawab, ya kenapa juga harus diumumkan segera ? Saya jawab lagi, karena Golkar dan PDIP tidak dapat mengusung sendiri pasangan calon, maka secara psikologis karena hanya tinggal berdua akan ada dorongan dari masing-masing untuk saling mengikatkan diri dalam satu koalisi, sebagai jaminan satu sama lain agar bisa memajukan pasangan calon sesuai keinginannya. Pendukung Bu Airin itu, tidak menjawab lagi.
Saya berupaya memahami yang menjadi penyebab belum diumumkannya koalisi Golkar-PDIP tersebut. Pertama, belum ada keputusan bulat di DPP Golkar dan DPP PDIP tentang Koalisi Golkar-PDIP di Pilgub Banten, yang disebabkan banyak faktor. Puan Maharani di Media Kompas TV online pada 11 Juli 2024 menyatakan PDIP belum memutuskan akan mendukung Airi Rachmi Diany”. Tetapi pada hari dan tanggal yang sama di media Kompas.com, Djarot Saiful Hidayat menyatakan PDIP telah menyapakati untuk mengusung Airin Rachmi Diany sebagai Calon Gubernur dan Ade Sumardi sebagai Calon Wakil Gubernur.
Terkesan DPP PDIP belum bulat tentang kesepakatan koalisi Golkar-PDIP. Selain itu, pada tanggal 17 Juli 2024, Waketum partai Golkar, Ahmad Doly di media online Disway.id menyatakan telah meminta Ibu Airin mencari pasangan dan mengkonsolidasi dukungan partai politik yang lain”. Senada dengan Doly, Sekjen Partai Golkar, Lodewijk Paulus mengatakan Partai Golkar akan segera kebut komunikasi dengan partai yang belum berkoalisi. Dari pernyataan kedua petinggi Partai Golkkar tersebut, tidak ada penegasan tentang penguatan koalisi dengan PDI Perjuangan.
Kemungkinan kedua pernyataan Andrasoni terkait delapan parpol yang sudah mendukungnya, mungkin hanya sebatas klaim sepihak. Setelah dicermati dari delapan parpol yang diklaim oleh Andrasoni sudah mendukungnya, terdapat Parpol yang sama sekali belum secara resmi memberi dukungan baik dalam bentuk pernyataan di media apalagi dalam bentuk rekomendasi, yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Jika memang benar PKB masih terbuka, ada kemungkinan Airin mencoba membangun komunikasi dengan PKB, dan tentu saja dengan figur Bakal Calon Wakil Gubernur yang dipandang Airin lebih memiliki nilai ketimbang yang diusulkan PDIP. Perolehan Kursi Golkar (14), PKB (10) cukup untuk mengusung pasangan calon.
Lalu, siapa kira-kira Bakal Calon Wakil Gubernur yang akan diusung oleh PKB untuk disandingkan dengan Airin Rachmy Diany ? Dari nama-nama yang kemarin sempat menguat, dan cenderung tidak terikat partai atau dimaklumi oleh khalayak kalau kemudian yang bersangkutan keluar dari partainya, adalah Arief R. Wismansyah.
Mantan Wali Kota Tangerang, Arif.R.Wismansyah yang kemarin berusaha maju di Pilgub Banten melalui Partai Demokrat, kita ketahui tidak berhasil mendapatkan dukungan dari partainya karena Demokrat mendukung pasangan Andrasoni-A.Dimyati. Banyak pihak yang berpikir riwayat Arief untuk maju Pilgub Banten selesai, bahkan di beberapa media Arief disebut Bacagub Gagal.
Saya sedikit tahu karakter Arief
R.Wismansyah sebagai figur yang tidak mudah menyerah. Sikapnya itu juga diperkuat dengan daya loby dan dukungan finasial yang sangat memadai. Karenanya, kalau benar PKB masih terbuka, saya meyakini, Arief R.Wismansyah akan merangsek ke PKB dan untuk mendapatkan dukungan agar bisa maju sebagai Wakil Gubernur berpasangan dengan Airin Rachmy Diany.
Arief R.Wismansyah menurut saya lebih rasional menjadi pendamping Airin di Banten. Dalam waktu yang relatif singkat, kerja poilitik Arief R.Wismansyah sudah bisa menghasilkan elektabilitas di atas Dimyati, yang notabene merupakan tokoh Banten senior ( Berdasar Survey Litbang Kompas Bulan Juni, Elektabilitas Arief R.Wismansyah 6,8 % dan Dimyati 2,7 %). Pengalaman Arief mengelola pemerintahan selama 5 tahun menjadi Wakil Wali Kota Tangerang dan 10 tahun menjadi Wali Kota Tangerang pun akan sangat membantu Airin dalam mengelola Pemprov Banten.
Terobosannya dalam membangun sistem aplikasi di lingkungan pemerintahan, akan menjadikan Pemprov Banten menjadi provinsi yang modern dalam hal teknologi Informasi yang ujungnya memudahkan pelayanan kepada masyarakat.
Dari sisi potensi raupan suara dalam Pilkada, Arief tentu lebih strategis bagi Airin karena menguasai suara di Kota Tangerang yang merupakan salah satu lumbung suara potensial di Provinsi Banten. Arief R. Wismansyah dan Sachrudin kader Golkar yang akan diusung menjadi Calon Wali Kota Tangerang akan berjibaku meraup suara di Kota Tangerang sebesar-besarnya. Kolaborasi Arief-Sahrudin akan meningkatkan peluang kemenangan bagi pasangan Airin-Arief dan Sahrudin dengan perolehan suara yang signifikan.
Kemudian, dari sisi pembiayaan pemenangan pun tentu kehadiran Arief R. Wismansyah sebagai pasangannya akan sangat mengurangi beban yang harus ditanggung Airin. Pembagian wilayah pembiayaan dan penggalangan suara akan lebih terjamin kesuksesannya, jika Arief R. Wismansyah yang menjadi Wakilnya, karena Arief R.Wismansyah memiliki tim sukses yang sama piawai dan profesionalnya dengan keluarga Rawu. Dan Finansial yang dimiliki oleh Arief diyakini sudah berada di brangkas : Siap Meluncur.
Selain itu, menurut saya, jika Airin dan Arief R. Wismansyah berpasangan menjadi Calon Gubernur dan Wakil Gubenur, itu merupakan pilihan terbaik yang diberikan kepada rakyat karena keduanya sudah bisa membuktikan sebagai pemimpin terbaik di kota / kabupaten di Banten. Apa yang bisa membuktikan kalau keduanya adalah pemimpin terbaik ?.
Kita mengetahui bersama bahwa untuk mengukur keberhasilan suatu daerah atau untuk mengukur keberhasil pemimpin di daerah itu adalah dengan melihat capaian kinerja makronya. Indikator kinerja makro yang ditetapkan oleh Pemerintah sebagai alat untuk mengukur keberhasilan suatu daerah di antaranya adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Tingkat Pengangguran terbuka (TPT), dan Laju PDRB.
Dari data BPS Provinsi Banten Tahun 2023, IPM tertinggi dari 8 kota/kabupaten di Banten adalah Kota Tangerang Selatan (82,28), kedua adalah Kota Tangerang (79,46). Tingkat Pengangguran Terbuka yang terendah adalah Kota Tangerang Selatan (5,81 %), yang Kedua Terendah adalah Kota Tangerang (6.76 %). Kemudian Laju PDRB tertinggi adalah Kota Tangerang (5,57 %) dan diperingkat kedua adalah Kota Tangerang Selatan (5,36 %). Data BPS tersebut menjadi bukti paling akurat untuk kita berani menyatakan bahwa Kota Tangerang Selatan dan Kota Tangerang adalah kota terbaik se Banten. Itu berarti bahwa Airin Rachmi Diany dan Arief R. Wismansyah adalah dua pemimpin terbaik di Banten.
Oleh karena itu, saya berpendapat apabila keduannya bersatu menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, ini akan menjadi berkah bagi masyarakat Banten. Karena keduanya saya yakin akan berkolaborasi untuk membangun Banten ke depan menjadi provinsi yang modern secara infrastruktur, berdaya saing dalam hal Sumber Daya Manusianya, tumbuh pesat perekonomiannya. Mereka saya harap akan bisa menghilangkan status Banten sebagai provinsi dengan jumlah pengangguran terbanyak se Indonesia. Aaamiiin.
Wawan Kuswanto
Pengamat Dinamika Politik Banten
