DBD di Kota Tangerang Tembus 275 Kasus, Dinkes Imbau Gerakan Jumantik dan 4M Plus

Palapanews.com-com- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mencatat kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tangerang mengalami peningkatakan, sejak Januari 2024 hingga April ini ada 275 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dinny Anggraeni menyampaikan, untuk kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) ini di Kota Tangerang ini mengalami peningkatan hingga dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga masyarakat diharapkan untuk dapat membersihan dan memberantas sarang nyamuk.

“Untuk mencegah DBD, masyarakat harus berpartisipasi dengan gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik). Gerakan ini merupakan program pemerdayaan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan, pemantauan, pemberantasan jentik nyamuk aedes aegypty di tempat tinggal masing-masing,” ucap Dinny Anggraeni, Sabtu, 6 April 2024.

Penderita DBD kata Dinny, terdapat tiga fase yakni fase demam tinggi disertai dengan berbagai gejala muncul. Lalu fase kritis dimana demam turun drastis dan sering mengecoh seolah terjadi kesembuhan. Namun, fase ini kemungkinan terjadi “Dengue Shock Syndrome”. Dan, terakhir adalah fase penyembuhan dimana demam kembali tinggi sebagai reaksi dari kesembuhan.

“Jadi fase pertama ini terjadi pada hari pertama hingga ketiga. Untuk fase kritis itu dihari keempat dan kelima. Dan, fase penyembuhan dihari keenam dan ketujuh,” ujarnya.

Untuk mencegah terjadinya DBD, warga Kota Tangerang diimbau untuk bergotong royong melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan gerakan 4M Plus yakni menguras atau membersihkan tempat penampungan air minimal satu kali seminggu untuk membasmi telur dan jentiknyamuk. Menutup rapat tempat penampungan air dan tempat lainnya sekita rumah yang dapat menampung air hujan (sumur,lubang dipohon kayu, dan sebagainya).

Memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk seperti kaleng, botol, gelas, bambu, ban bekas dan sebagainya.

“Memantau jentik tempat bertelurnya nyamuk seperti bak mandi, tampungan air, kulkas, dispenser, tatakan, dan sebagainya yang dapat menampung air hujan. Plus menggunakan lotion anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memakai pakaian tertutup sehari-hari terutama anak-anak,” jelasnya.(ydh)