Palapanews.com- Presiden Joko Widodo mendorong agar para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat menguasai pasar lokal tanpa melupakan pasar global.
Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam sambutannya saat membuka secara resmi perhelatan UMKM Expo(rt) Brilianpreneur yang digelar di Jakarta Convention Center, Jakarta, pada Kamis, 7 Desember 2023 seperti dikutip dari laman setneg.go.id.
Bahkan, Presiden Jokowi pun mendorong agar pembiayaan UMKM terus dipermudah, terutama karena saat ini penyaluran kredit perbankan ke UMKM baru mencapai 21 persen dari total kredit yang ada.
Untuk itu, Presiden Jokowi meminta agar regulasi terkait pembiayaan UMKM bisa diperbaiki guna memudahkan para pelaku UMKM mengakses pembiayaan.
Praktisi UMKM, Muhammad Arbani mengapresiasi langkah Presiden Jokowi dalam memajukan UMKM. Dirinya yakin, setelah masa pergantian Presiden nanti. Presiden terpilih akan mampu melanjutkan apa yang telah dilakukan Presiden Jokowi untuk UMKM.
“Kalau bicara soal dampak transisi pemerintahan. Pertama berdampak dari apa? Dari policy atau kebijakan yang memudahkan UMKM berdiri seeprti legalitas? Maka tentunya mengikuti sejarah dan perkembangan zaman semakin kita maju dengan waktu hal hal yang bersinggungan dengan pelayanan publik pasti di permudah, pendirian PT perorangan untuk UMKM menjadi contoh keberhasilan pemerintahan Jokowi yang saya sangat yakin akan di teruskan oleh Prabowo,” papar Arbani dalam keterangannya, Kamis (7/3/2024).
“Namun jika kita berbicara terkait keinginan orang-orang untuk mendirikan sebuah usaha itu yang sedikit challenging ya mereka dalam mendirikan usaha mau sekala Mikro, kecil maupun menengah hal utama yang mereka liat adalah aspek permodalan atau siapa yang akan memodalkan mereka?,” tambahnya.
Bani juga mendukung penuh, apa yang dikatakan Presiden Jokowi untuk mempermudah regulasi dalam hal pembiayaan UMKM.
“Jika perbankan, maka mereka akan melihat aturan yang berlaku seperti Compliance dan Risk Management dalam memberikan kredit tentu hal ini akan mengacu pada stabilitas perekonomian sebuah negara. Maka hal ini memerlukan certainty dari pemerintahan “transisi” ini mulai dari team player utama yakni para Menteri dan stakeholders terkait lainnya hal yang sama juga apabila pendanaan diberikan melalui investor selain bibit bobot dari usaha yang akan di danai maka stabilitas ekonomi negara menjadi faktor utama yang akan dilihat,” terangnya.
Untuk itu, transisi pemerintahan yang akan terjadi dirasa Arbani, tak akan begitu berdampak pada kemajuan UMKM.
“Transisi pemerintahan yang akan terjadi sepertinya tidak terlalu berdampak pada UMKM karena dapat dilihat banyak kesamaan visi dan misi antara pemerintahan sekarang dan yang akan datang baik Presiden Jokowi dan Bapak Prabowo sepertinya sama sama memiliki visi untuk kemajuan UMKM di Indonesia,” tutupnya. (nad)
