Palapanews.com- Diabetes adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan meningkatkan kadar gula di dalam darah secara drastis. Naiknya kadar gula bisa disebabkan karena dua hal, yaitu ketika tubuh telah berhenti memproduksi hormon insulin yang bisa mengubah gula menjadi energi (diabetes tipe 1), atau ketika tubuh sudah tidak merespon insulin dengan baik, atau biasa disebut dengan resistensi insulin (diabetes tipe 2).
Namun pernahkah Anda berpikir apa yang terjadi pada jantung ketika mengalami diabetes? Dokter spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Eka Hospital BSD, Bayushi Eka Putra mengatakan penyakit diabetes adalah penyakit yang bisa menyebabkan komplikasi di berbagai macam organ, mulai dari otak hingga ke ujung kaki. Dengan demikian, jantung menjadi salah satu organ yang paling berisiko untuk mengalami komplikasi dalam diabetes. Lalu, apa efeknya? Mari kita bahas dalam artikel ini.
Apa Peran Jantung di Dalam Tubuh Manusia?
Jantung adalah salah satu organ yang paling vital untuk keberlangsungan kehidupan manusia, Tugas utama jantung adalah memompa darah ke seluruh tubuh. Darah sendiri membawa berbagai kandungan kimia yang dibutuhkan oleh tubuh seperti oksigen dan nutrisi yang salah satunya adalah gula.
Kadar gula dalam dalam darah memiliki fungsi sebagai sumber energi agar tubuh kita dapat beraktivitas dengan baik. Gula di dalam darah akan melalui proses utilisasi dengan hormon insulin sehingga bisa diubah menjadi energi. Namun, dengan adanya diabetes, tubuh dapat kehilangan kemampuan tersebut hingga menyebabkan kadar gula yang seharusnya dapat diubah menjadi energi akan mengendap pada darah hingga kadar gula terus meningkat melebihi batas wajar.
Jika itu terjadi, maka tubuh bisa mengalami risiko dan komplikasi yang serius jika tidak segera dikendalikan dan ditangani penyebabnya dengan pengobatan medis.
Bagaimana Diabetes Berdampak pada Jantung?
Bila demikian, apa yang terjadi pada jantung saat seseorang mengidap diabetes? Diketahui bahwa kadar gula darah yang tinggi akan meningkatkan risiko penyakit jantung 2-4 kali lipat dibandingkan dengan orang yang sehat. Hal ini terjadi karena kadar gula yang mengendap dalam darah dapat merusak lapisan pembuluh darah serta meningkatkan risiko terbentuknya plak darah yang bisa menyumbat aliran darah.
Pembentukan plak pada pembuluh darah dapat memicu berbagai penyakit jantung koroner atau PJK, yaitu penyakit jantung yang disebabkan karena otot jantung kekurangan suplai darah akibat dari penyumbatan atau penyempitan pada pembuluh darah koroner karena kerusakan atau pembentukan plak pada lapisan dinding pembuluh darah.
Karena risikonya tersebut, penyakit jantung juga menjadi penyebab kematian paling sering pada pasien diabetes. Oleh sebab itu, komplikasi pada jantung menjadi hal yang paling berisiko dalam penyakit diabetes.
Apakah Ada yang Bisa Dilakukan Untuk Mencegahnya?
Diabetes adalah salah satu penyakit yang tidak dapat disembuhkan sepenuhnya. Karenanya, cara terbaik untuk terhindar dari diabetes adalah mencegahnya sebelum diabetes muncul. Penyakit diabetes dapat dicegah sejak dini dengan mulai menjaga pola makan dan menerapkan gaya hidup yang sehat, seperti:
- Menjaga berat badan ideal, obesitas menjadi salah satu faktor risiko yang paling tinggi untuk menyebabkan diabetes pada seseorang. Mengelola berat badan secara ideal dapat dilakukan dengan menjaga pola makan dan perbanyak aktivitas fisik.
- Membatasi asupan gula harian dalam sehari, asupan gula yang terlalu sering dapat menyebabkan tubuh terlalu sering memproduksi insulin yang dapat mengakibatkan tubuh menjadi resisten terhadap insulin. Batasi gula sebanyak 50 gram atau 4 sendok makan dalam sehari sehingga tubuh tidak mendapatkan asupan gula berlebih.
- Perbanyak konsumsi sayuran dan buah, untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan tubuh agar bisa menjaga kadar gula di dalam darah.
- Membiasakan diri berolahraga setidaknya 30 menit dalam sehari, hal ini untuk membantu Anda membakar kandungan gula berlebih dalam darah sehingga penggunaan insulin untuk mengubah gula menjadi energi juga menjadi lebih efisien untuk tubuh.
Selain itu, pastikan juga untuk konsultasikan diri Anda dan periksakan kondisi jantung anda setidaknya 1-2 tahun sekali, terutama jika Anda memiliki diabetes. Bila anda tidak mengalami diabetes namun ada keluarga inti anda yang mengalami diabetes, ada baiknya dilakukan pemeriksaan screening status gula darah anda setiap tahun untuk memastikan anda terbebas dari kondisi diabetes. Diabetes dapat ditangani dengan baik apabila terdeteksi secara dini. (*)
