Anisha, Pemenang Falling Walls Lab Indonesia 2023 Lanjut Berlaga di Jerman

Palapanews.com – Anisha Ayuning Tryas dari IPB University terpilih sebagai pemenang pertama gelaran Falling Walls Lab Indonesia 2023. Idenya “Breaking the Wall of Early High Cholesterol” berhasil meyakinkan dewan juri.

Tentunya tidak mudah bagi 7 juri dalam menentukan pemenang dari Falling Walls Indonesia 2023. Berbagai topik mulai dari bidang seni, sosial, pertanian, kehutanan, kesehatan, lingkungan, IT hingga energi terbarukan menjadi perhatian 17 finalis FWL Indonesia tahun ini. Judul-judul yang menarik dipaparkan oleh para finalis seperti:

Sebagai pemenang FWL Indonesia 2023, Anisha akan mewakili Indonesia di ajang Falling Walls Lab Finalle di Berlin pada 7 November 2023 mendatang. Persiapan 3 salindia (slide) dengan gambar yang menarik, pemahaman terhadap topik yang dipresentasikan dan keterampilan Bahasa inggris yang baik menjadi nilai tambah bagi Anisha memenangkan kompetisi ini.

Sedangkan R. Nadila Salsadila Hidayat dari Padjajaran University dengan ide inovatifnya: Breaking the wall of unsustainable flavor dan Panji Agung Nugroho dari Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta dengan ide inovatif berjudul Breaking the wall of clean energy storage terpilih sebagai pemenang kedua dan ketiga pada kompetisi Falling Walls Lab Indonesia 2023.

Didukung penuh oleh Kementrian Luar Negeri Republik Federal Jerman, DAAD Regional Office Jakarta tahun ini kembali bekerja sama dengan Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) menyelenggarakan kompetisi Falling Walls Lab (FWL) Indonesia pada Kamis, 31 Agustus 2023, bertempat di Theater 1, Lantai 4, Gedung A, Universitas Pembangunan Jaya.

Rektor UPJ, Leenawaty Limantara berpesan pentingnya mengembangkan ide-ide kreatif inovatif yang menyelesaikan permasalahan nasional dan global serta kemampuan Bahasa inggris. Ajang FWL ini menjadi wadah meningkatkan dua keterampilan ini pungkasnya.

BACA JUGA : Raih Dana Hibah Rp. 2M, Prodi Manajemen UMN Mulai Proyek Wirausaha Merdeka

Falling Walls Lab merupakan kompetisi ide bertaraf internasional dan juga ajang bagi mereka yang memiliki ide inovatif dari berbagai disiplin ilmu untuk bertukar pikiran, dan berjejaring. Kompetisi ide ini unik karena para pesertanya harus mempresentasikan ide inovatif mereka hanya dalam 3 menit dan 3 slide dijelaskan oleh direktur DAAD Jakarta Dr. Guido Schnieders.

Kompetisi ide ini digagas oleh the Falling Walls Lab Foundation di Berlin sejak tahun 2009 dan terbuka bagi semua kalangan mulai dari mahasiswa, peneliti, maupun professional. Hingga tahun 2023 ini, kompetisi ini diselengarakan oleh 75 penyelenggara Lab yang tersebar di 60 negara di dunia.

Di Indonesia sendiri, Falling Walls Lab Indonesia sudah diadakan sejak tahun 2016 oleh DAAD Regional Office Jakarta. Pemenang kompetisi Falling Walls Lab Indonesia berkesempatan untuk mempresentasikan ide inovatif mereka di ajang Falling Walls Lab Finale di Berlin. (rls/bd)