PKM Kampus UMN Bareng Remaja Lengkong Kulon Sulap Limbah Galon Jadi Pot Bunga

Palapanews.com – Sejumlah remaja warga Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, sangat antusias mendapat pembekalan pelatihan keterampilan pembuatan Pot Bunga dari bahan Recylce dalam kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Limbah Galon air bekas disulap menjadi karya yang memiliki nilai ekonomi.

Menurut Iqbal M. Umar, Dosen UMN Fakultas Seni dan Desain, selaku Pelaksana PKM UMN bersama mahasiswanya di Lengkong Kulon, kegiatan pelatihan berlangsung pada hari Sabtu 13 Mei 2023. Adapun tema yang diangkat adalah “Membuat Pot Bunga dari Recycle Bernilai Ekonomis”.

Target PKM ini, adalah anak remaja awal dimana di usia ini penuh dengan daya pikir yang inovatif, eksperimental. Mereka sudah dianggap dapat menggunakan perlatan pemotong seperti cutter dan gunting, serta dapat menghias pot yang telah dibuatnya.

“PKM Internal UMN Semester Genap 2023 ini, dilakukan di desa binaan Universitas Multimedia Nusantara. Selain untuk meringankan beban pemerintah dalam penanganan sampah plastik khususnya Le Mineral, juga meningkatkan sampah menjadi benda yang lebih berguna,” ungkap Iqbal.

“Selama ini menjadi pendapat umum bahwa sampah itu menjadi beban bagi kehidupan. Persepsi tersebut diubah sampah menjadi sahabat kita yang berguna untuk keperluan sehari hari jika penanganannya benar. Dalam hal ini sampah galon le mineral perlu ditangani dengan sentuhan kreatifitas,” tambah Iqbal.

Masih menurutnya, dalam Pembuatan Pot Bunga berbahan Galon Plastic le Meneral ini, sudah popular antara lain di media Youtube, namun sudah menjadi tontonan umum tidak klaim (diakui) hasil kreatifitas personal. Dalam artikel ilmiah ditemui persoalan yang serupa, namun sejauh ini masih berbeda terutama pada penggunaan bahan gallon le Mineral.

“Semakin gencar memberi penyadaran penggunaan recycle sampah plastik semakin baik bagi kehidupan masyarakat. Jadi setiap saat kita perlu memikirkan tentang kelestarian lingkungan. Diharapkan dapat mendukung tata wilayah Desa yang indah, bersih, rapi, lestari. Membangun Wajah Desa (Village Appearance Branding) melalui karya kreatif recyle,” tandas Iqbal menyampaikan pendapatnya, yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Adapun bahan-bahan yang diperlukan pada PKM ini, yaitu Galon Le Mineral yang pengadaannya dari pihak desa ataupun dari pelaksana PKM. Lalu peralatan yang diperlukan terdiri dari; pisau cutter, gunting, amplas, solder, lem silicon, cat minyak dan pilox serta kuas.

Sementara itu metode dalam pembuatan satu pot ini, dibutuhkan dua gallon yang akan dipotong dan diambil bagian atasnya. Kedua bagian atas disatukan antara kedua lubang gallon. Di bagian bawahnya dapat digunakan untuk pot juga. Bahan plastik ini sangat kuat dan tahan lama, dibanding dengan pot plastik biasa atau polybag. Dari tampilan perlu sentuhan estetik supaya bahan dasarnya tidak tampak dengan cara dicat dilukis dengan motif sesuai selera dan kemampuan peserta PKM.

Perlu diketahui juga bahwa sampah kemasan kadang jadi persoalan bersama apabila tidak ditangani dengan cepat, terutama berbahan plastik yang sulit terurai. Konon baru dapat terurai ratusan tahun itupun tergantung dengan jenis plastiknya.

Berbagai cara telah dilakukan dalam penanganan sampah plastik, ada yang dibuang di sembarang tempat seperti sungai, parit yang dapat menghambat saluran air ketika hujan atau dipendam ditanah yang sulit terurai, atau dibakar yang membuat asap menyengat.

Ada juga penanganan sampah plastik menjadi barang yang lebih bermanfaat misalnya menjadi conblok, sapu, baju, lukisan plastik yang sudah viral, kap lampu, lampu gantung, pot, aquarium. Limbah plastik galon Le Mineral adalah kemasan yang tak dapat diisi ulang, jenis plastik yang digunakan hanya sekali pakai beda dengan merek lainnya misal Aqua yang dapat di-refill.

Karena tidak dapat digunakan sebagai galon air maka akan dapat berdampak bagi masyarakat, karena membutuhkan ruang (makan tempat) apalagi diperkotaan lahan rumah terbatas, selain dibuang kadang dikumpulkan dan dijual ke tukang rongsok (pemulung).

“Sampai sekarang harga galon bekas Le Mineral belum diketahui, riset kecil kita lakukan sepuluh ribu rupiah dapat enam galon bekas le mineral. Biasanya pemulung membawa ke lapak lalu diringkas (dipres, ditekan) hingga lebih kecil dimensinya, dan terakhir akan dilebur ulang untuk keperluan daur ulang industri dalam jumlah yang besar,” papar Iqbal M. Umar, Dosen UMN Fakultas Seni dan Desain. (rls/bd)