Buka Puasa Makan Gorengan, Nikmat Tapi Bahaya untuk Kesehatan

Palapanews.com- Berbuka puasa dengan gorengan menjadi menu yang dinilai sangat cocok dan banyak digemari oleh semua orang mulai dari kaum muda hingga lansia. Tempe mendoan, tahu isi, bakwan, combro hingga risol selalu berhasil memberi kenikmatan di lidah.

Porsi gorengan yang tidak terlalu besar serta rasa yang lezat, membuat menu ini pas dinikmati setelah seharian tidak makan dan minum, sehingga tidak heran jika gorengan ditemukan pada saat berbuka puasa. Akan tetapi dibalik rasanya yang bikin nagih, gorengan sebenarnya menyimpan banyak masalah yang bisa menyerang kesehatan Anda.

Sayangnya, masalah tersebut seringkali kurang dipedulikan oleh banyak orang, karena menu yang satu ini masih menjadi menu berbuka puasa yang praktis, ekonomis, dan juga mudah diolah.

Mengonsumsi gorengan memang sah saja, namun bila tidak dikendalikan, gorengan bisa menjadi sumber penyebab permasalahan kesehatan di kemudian hari. Ini dia beberapa alasan mengapa terlalu sering mengonsumsi gorengan dapat membahayakan kesehatan:

  1. Memiliki Kadar Lemak dan Kalori yang Tinggi

Makanan yang diproses secara digoreng cenderung untuk memiliki nilai kalori dan lemak yang tinggi. Ini dikarenakan makanan yang mengandung lemak secara umum memang memiliki nilai kalori yang lebih tinggi dari makanan lainnya.

Ketika makanan digoreng, maka makanan tersebut akan kehilangan kadar air yang terkandung di dalamnya dan menyerap lemak berlebih, menyebabkan makanan tersebut akan memiliki kadar lemak yang tinggi.

Sebagai contoh, 100 gram kentang yang dipanggang akan mengandung 93 kalori dan 0.13 gram lemak, sedangkan pada 100 gram kentang yang digoreng akan mengandung 312 kalori dan 15 gram lemak. Ini merupakan sebuah peningkatan yang cukup tinggi dalam makanan.

Makanan yang memiliki kalori serta lemak yang tinggi akan menyebabkan Anda kesulitan untuk menjaga berat badan dan berisiko untuk obesitas.

  1. Dapat Menghasilkan Zat Berbahaya

Makanan yang diproses dengan digoreng akan memiliki risiko untuk menghasilkan zat akrilamida, yang diketahui merupakan zat beracun penyebab kanker yang terbentuk dalam makanan selama proses memasak suhu tinggi, seperti menggoreng.

Zat tersebut merupakan reaksi kimia dari gula dan asam amino yang disebut asparagine, yang terbentuk di dalam beberapa makanan seperti kentang, daging merah, dan makanan bertepung yang diproses di suhu tinggi, seperti digoreng.

  1. Menyebabkan Risiko Penyakit yang Lebih Besar

Karena kadar kalori dan lemak yang tinggi, gorengan juga menyebabkan risiko penyakit yang lebih besar. Beberapa penyakit yang dapat ditimbulkan dari konsumsi gorengan berlebih, yaitu:

  • Penyakit jantung

Gorengan diketahui memiliki pengaruh dalam tekanan darah tinggi, obesitas, dan penyumbatan pembuluh darah, sehingga dapat menyebabkan penyakit jantung. Ini dikarenakan gorengan memiliki kadar lemak jenuh juga lemak trans yang tinggi sehingga dapat memberikan efek buruk untuk kesehatan jantung.

  • Diabetes tipe 2

Mengkonsumsi gorengan berlebih juga dapat menyebabkan diabetes tipe 2. Penelitian menemukan orang yang sering mengkonsumsi makanan cepat saji memiliki risiko mengalami resistensi insulin dan menyebabkan diabetes tipe 2.

  • Kanker

Selain itu, penelitian juga mengungkapkan bahwa gorengan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan sel kanker daripada jenis makanan lainnya.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Tentu dengan mengurangi asupan gorengan Anda telah mengurangi risiko yang bisa didapatkan. Saat berbuka puasa, cobalah untuk mengonsumsi makanan sehat seperti buah kurma, jus buah, dan air putih secukupnya sebelum akhirnya mengonsumsi makanan berat.

Anda juga bisa mulai merubah pola hidup dengan menggunakan metode masak lain seperti merebus, mengukus, atau memanggang.

Makanan yang dipanggang dengan oven pemanggang maupun air fryer diketahui menghasilkan makanan dengan nilai kalori serta lemak yang lebih rendah, dengan itu Anda bisa merasakan kerenyahan makanan yang biasa didapatkan dari makanan digoreng. Penggunaan oven dan air fryer juga dapat mengurangi penggunaan minyak hingga 70–80%.

Selain itu,  makanan yang dikukus seperti siomay dan dimsum dapat menjadi alternatif lain saat buka puasa, namun dengan tetap  memperhatikan jumlah yang dikonsumsi..

Mari kita mulai hidup lebih sehat dengan mengurangi asupan gorengan dan memperbanyak konsumsi makanan bernutrisi lainnya. Untuk mendeteksi masalah kesehatan sejak dini, Anda bisa melakukan tes kesehatan secara berkala, seperti kadar kolesterol, gula darah, hingga trigliserida.

Eka Hospital menyediakan program medical check up dimana Anda bisa melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mendeteksi adanya risiko penyakit serta masalah kesehatan lainnya, sehingga Anda bisa mengkonsultasikan kesehatan Anda dengan dokter terkait. (*)

Oleh: dr. Imelda Goretti, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi Klinik Eka Hospital Cibubur