Program MBKM Kampung Bangkit dengan Teknologi Energi Terbarukan LPPM-UMN Wujudkan TPST – 3R Mandiri

Palapanews.com – Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bersama Paguyuban Warga BPA berhasil mewujudkan TPST – 3R secara mandiri. Kegiatan ini, didukung oleh Program MBKM Kampung Bangkit dengan Teknologi Energi Terbarukan.

Berlokasi di ruang terbuka hijau perumahan Bumi Puspiptek Asri (BPA), akhir November hingga akhir Desember 2022 kegiatan ini, dilaksanakan secara kerja bakti, gotong royong warga paguyuban dan sivitas akademisi dari UMN.

Menurut Winarno, Direktur Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMN, Paguyuban Warga BPA sejak awal Oktober 2022 telah mencoba mencari solusi tata kelola sampah bagi warganya. Melalui media komunikasi interaktif akhirnya UMN dapat terjun langsung bersama warga Paguyuban.

“Sejak akhir November 2022 hingga detik ini dosen UMN program studi Teknik Fisika, Teknik Elektro dan Informatika bersama mahasiswa Teknik Fisika berhasil mewujudkan desain dan pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu – Reuse-Recycle-Reduce (TPST – 3R) lewat program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) PKM Kegiatan Kampung Bangkit (KKB) tahun 2022,” beber Winarno, Kamis (22/12/2022).

Winarno menjelaskan, TPST yang dibangun ini, mengadopsi teknologi energi terbarukan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) secara off grid dengan baterai Lithium untuk memenuhi kebutuhan operasional dengan energi listrik dan air bersih, khususnya pada siang hari.

Teknologi reuse-recycle-reduce antara lain berupa pembuatan kompos, pemrosesan sampah dengan maggot dari Black Spider Fly (BSF), kolam ikan, tanaman buah dengan pupuk organik dan insinerator dari TPST juga diterapkan di sini. Semua ini membuka peluang pembelajaran langsung bagi semua yang terlibat dan juga sangat potensial untuk dikembangkan lebih maju, bahkan direplikasi di tempat lain.

BACA JUGA : LPPM UMN Bantu Peningkatan Usaha dan Branding Puluhan UKM

Yang menarik, ujar Winarno, warga pun sangat antusias mewujudkan TPST ini demi andil dalam tata kelola sampah langsung di lingkungan terkecil komplek perumahan. Dana sangat terbatas, untuk itu warganya secara langsung memberikan kontribusi bersama baik dalam bentuk barang, uang maupun tenaga dan waktu.

Kerja bakti tiap hari Minggu menjadi sarana interaksi kolaboratif antara warga paguyuban dan sivitas akademisi dari UMN. Bahkan dari warga yang ikut memasang PLTS ini, Pak Broto, menyampaikan ucapan sukses UMN, ketika PLTS selesai dipasang di atas atap TPST. Mungkin ini satu-satunya PLTS yang dipasang di area TPST milik paguyuban warga BPA.

“Mahasiswa mendapat pengalaman nyata yang sangat berguna untuk melakukan analisa dan problem solving, terutama terkait mata kuliah Energi Terbarukan, Energi dan Lingkungan serta Konsep Rekayasa dan Desain yang merupakan mata kuliah pokok di Prodi Teknik Fisika,” tutup Winarno.

Diinformasikan pada November 2022, LPPM UMN mendapat penghargaan sebagai 50 besar perguruan tinggi di bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) secara nasional. Sebagai realisasi PKM ini, sebagian dana insentif ini disalurkan untuk mendukung kegiatan warga perumahan kampung sekitar untuk mampu bangkit mandiri mengelola sampah rumah tangga. (rls/bd)