Palapanews.com-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang menggelar acara silahturahmi para pegiat/aktivis di Kota Tangerang yang dikemas dengan nama Ngopi Bareng MUI.
Ngopi Bareng MUI ini merupakan kegiatan pertama kalinya yang dilakukan dengan tujuan untuk mempererat tali silahturahmi hingga membahas berbagai permasalahan yang terjadi di Kota Tangerang.
Ketua MUI Kota Tangerang, KH. Baijuri Khotib didampingi Pemerhati Pemerintahan Indonesia, Hasanudin BJ membuka acara bincang-bincang yang berlokasi di Aula MUI Kota Tangerang dengan dihadiri sembilan pegiat/aktivis Kota Tangerang, Selasa, 15 November 2022.
Dengan secangkir kopi yang disajikan, berbagai obrolan santai, tapi bermakna ini bergulir dari para aktivis mulai dari masalah pembangunan di Kota Tangerang seperti pendidikan dan infrastrukur, serta maraknya peredaran minum keras, persoalan sampah, hingga politik di kota yang memiliki 104 kelurahan ini.
Adapun para pegiat yang hadir dalam Ngopi Bareng MUI adalah Jermon, Ubai Permana, Zaky Ramli, Faridal Arkam, Dodi Kotok, Rasyid Hidayat (LBH), Ryan Erlangga, Ayib Ahmad.
Ketua MUI Kota Tangerang, KH. Baijuri Khotib menerangkan, kegiatan Ngopi Bareng MUI ini sebagai langkah untuk mendengarkan aspirasi atau keluhan yang terjadi di Kota Tangerang. Sebab, dengan bincang santai seperti ini tentunya akan menjadi catatan bagi MUI Kota Tangerang.
“Banyak hal yang harus dilakukan untuk mendukung proses pembangunan di Kota Tangerang, sehingga dibutuhkan pemikiran atau masukan dari kalangan aktivis yang fokus pada bidangnya masing-masing,” kata Ketua MUI Kota Tangerang, KH. Baijuri Khotib.
Ia menambahkan, bincang santai seperti ini tentunya tidak dapat diperoleh dalam rapat-rapat yang sering dilakukan. Dan, hasil dari bincang-bincang ini nantinya akan disampaikan ke kepala daerah yang nantinya bisa dibahas dalam rapat di tingkat Pemerintah Kota Tangerang.
“Kita disini saling mendengarkan satu sama lain. Sehingga segala persoalan yang terjadi di Kota Tangerang maupun ide yang diungkapkan oleh para pegiat tentunya menjadi PR bagi Pemerintah Kota Tangerang,” paparnya.
Salah satu pegiat lingkungan hidup yang mencurahkan isi hatinya adalah Bambang yang tinggal di wilayah Kecamatan Neglasari yang hingga kini mempertanyakan tentang action Pemkot Tangerang Pengolahan Sampah energi Listrik (PSEL) sebagai solusi mengatasi masalah persampahan perkotaan. Sebab, sejak ditandatangi kerjasama tersebut pada 9 Maret 2022 oleh Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah dengan PT Oligo Infra Swarna Nusantara yang juga didampingi oleh Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Panjaitan di kantor Kemenko Marves hingga kini belum ada kejelasan.
“Kita butuh kejelasan dalam proses pembangunan PSEL ini. Sebab, TPA Rawa Kucing sudah tidak mampu lagi menampung sampah yang berasal dari 13 Kecamatan di Kota Tangerang,” kata Bambang.
Selain Bambang, pegiat berikutnya yang menyampaikan keluhan adalah Mulyadi LM yang tinggal di kawasan Benda. Pria berkacamata ini menyampaikan, jika peredaran minuman keras di Kota Tangerang semakin banyak. Dan, ini menjadi salah satu tugas Satpol PP Kota Tangerang dalam meminimalisir peredaran minuman keras.
“Kita punya Perda 7 Tahun 2005. Sejauh mana Satpol PP melakukan razia terhadap warung-warung jamu yang menyediakan minumas keras,” paparnya seraya menambahkan, semakin banyak peredaran minuman keras berarti Perda tersebut tumpul.
Sementara itu, Hasanudin BJ menambahkan, kegiatan Ngopi Bareng MUI ini adalah wadah untuk menyampaikan ide, gagasan maupun keluhan yang terjadi di masyarakat. Dengan diskusi atau bincang-bincang seperti ini diharapkan dapat mencari solusi jika terjadi permasalahan di wilayah.
“Ini awalan baik yang dilakukan oleh MUI Kota Tangerang untuk mendengarkan gagasan ataupun keluhan dari para pegiat/aktivis. Semoga kedepannya, Ngopi Bareng MUI ini bisa terus berjalan dengan tema-tema menarik lainnya,” jelas pria yang akrab disapa BJ ini.(ydh)
