Polisi Bekuk 3 Pengelola Prostitusi Berkedok Panti Pijat di Tangerang

Palapanews.com- Polda Banten berhasil mengungkap kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) Modus Panti Pijat Mesum di Ruko Citra Raya, Tangerang. Tiga pengelola panti pijat mesum itu akhirnya digelandang petugas.

Ketiga pengelola yang sudah ditetapkan tersangka, yakni AW (35), RW (32) dan TF (25). AW dan RW adalah pasangan suami istri yang memiliki dan mengelola tempat usaha, sedangkan TF adalah karyawan pada tempat usaha tersebut.

“TF yang berperan mencari tamu dan menyambungkan dengan therapist, serta mendapat komisi dari tiap tamu yang dilayani,” kata Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga, dalam keterangan yang diterima, Jumat (3/12/2021).

Pengungkapan kasus tersebut, menurutnya berawal dari laporan masyarakat. Berbekal laporan warga, Ditreskrimum Polda Banten melakukan rangkaian penyelidikan dan menemukan adanya kesesuaian informasi dengan fakta-fakta di lapangan.

“Akhirnya pada 1 Desember 2021 melakukan upaya represif di tempat panti pijat tersebut. Dari hasil penyelidikan TKP, petugas menemukan beberapa perempuan yang memberikan jasa therapist, beberapa tamu dan pengelola panti pijat,” Shinto Silitonga menambahkan.

Kata dia, para pelaku menjalankan aksinya ini dengan mencari keuntungan dari para terapis. Dirincikan, dari para therapist, pelaku meminta uang kamar Rp100.000 per jam yang dikenakan dari tarif pelayanan tiap tamu oleh therapist sebesar Rp300.000-Rp500.000.

“Para therapist berasal dari luar Provinsi Banten dengan usia sekitar 18-30 tahun. Dari hasil penangkapan penyidik melakukan penyitaan berupa lembar seprai, kondom dan tisu bekas pakai, buku daftar pelanggan dan data catatan keuangan, serta minyak untuk pijat,” ujarnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 2 atau Pasal 10 UU No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

“Polda Banten akan menindak tegas praktek-praktek pelacuran terselubung di tempat hiburan. Jika masyarakat menemukan adanya praktek-praktek pelacuran terselubung di tempat hiburan bisa memberikan informasi kepada pihak kepolisian baik di 110 ataupun pada akun media-media sosial Polda Banten,” tandasnya. (red)

Komentar Anda

comments