Ingin Bertemu Ayah Kandung, Gadis di Pamulang Justru Dianiaya

oleh -
Ilustrasi.

Palapanews.com- W (15) gadis yang menjadi korban kekerasan oleh ayah kandung dan ibu tiri, sejatinya hanya ingin bertemu serta melepas rindu dengan sang ayah R yang sudah lama pisah dengan dirinya.

Namun, keinginan W justru menjadi petaka bagi dirinya. W dianiaya oleh R ayah kandung dan E ibu tirinya pada Senin (26/7/2021) malam, di Pondok Benda Salak 3, Pamulang, Tangsel.

Nawati selaku ibu kandung yang tak terima, anaknya menjadi korban kekerasan melaporkan aksi R dan E ke Mapolres Tangsel dan tercatat dalam laporan polisi TBL/B/948/VII/2021/SPKT/POLRES TANGERANG SELATAN/POLDA.

“Sudah dua tahun anak saya pisah sama dia (R) dan sudah 14 tahun kami mengurus cerai. Jadi W lagi marah sama saya, lagi ngambek. Kata saya gini sekarang sudah besar coba rasain enakan ikut mamah atau ayah. Eh ternyata tinggalnya di rumah uwanya bukan ayahnya,” papar Nawati di Mapolres Tangsel, Jumat (30/7/2021) malam.

Tak berselang lama, Nawati mendapat kabar jika anaknya W mendapat kekerasan yang dilakukan oleh R dan E. Akan tetapi, kabar tersebut tak langsung dipercayai oleh Nawati.

“Pertama dia (korban) kali whatsapp ke neneknya, antara percaya dan tidak. Karena anaknya sering suka bohong. Enggak usah whatsapp kalau mau pulang, pulang saja,” katanya.

Namun, sesampainya W di rumah. Nawati mendapati anaknya sudah babak belur. Merasa terpukul anaknya menjadi korban kekerasan, Nawati mendatangi rumah pelaku R dan E.

“Pas pulang dilihat keadaannya bibir atasnya jontor, pipi sebelah kiri merah. Saya enggak langsung lapor. Saya ke sana dulu, mastiin mau bertanya. Tapi, enggak ketemu sama ayahnya (pelaku), ada istrinya. Tapi enggak mau nemuin saya. Kalau nemuin, saya mau bertanya kenapa sampai terjadi pemukulan kepada anak saya,” tutur Nawati.

Sementara itu, W mengatakan, sebelum terjadi penganiayaan, dirinya sedang tertidur. Dan, tak berselang lama dibangunkan oleh E yang merupakan ibu tiri korban.

“Lagi tidur. Pertama ibu tiri yang bangunin dengan cara kasar gitu, Di situlah terjadi kekerasan. Kaget baru bangun. Telinga juga agak pengang karena dipukul,” tandasnya. (nad)

Komentar Anda

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.