Soal Limbah B3 dan Medis, Polres Bogor Tetapkan Pihak Hotel jadi Tersangka

oleh -

Palapanews.com Polres Kabupaten Bogor, Jawa Barat menambah tersangka baru kasus pembuangan bahan berbahaya beracun (B3) dan limbah medis dari alat pelindung diri (APD) Covid-19 yang berasal dari salah satu hotel di Kota Tangerang.

Limbah B3 dan limbah medis tersebut dibuang di Desa Cigudeg dan Tenjo, Kabupaten Bogor beberapa minggu lalu. Dimana, puluhan kantong berisi limbah dengan berat ratusan kilogram tersebut ditemukan warga di perkebunan sawit yang sulit untuk diakses.

Kapolres Kabupaten Bogor, AKBP Harun menerangkan, sebelumnya pihaknya telah menangkap dua orang dalam kasus pembuangan limbah B3 dan limbah medis Covid-19 yakni dari pihak laundry. Sekarang, ada tersangka baru dari pihak hotel yang dipilih sebagai tempat isolasi pasien Covid-19.

“Ada tersangka baru yakni dari pihak hotel, setelah kita mengundang saksi-saksi,”kata Kapolres Bogor AKBP Harun, kepada wartawan, Senin,15 Februari 2021.

Sebelumnya, Polres Kabupaten Bogor melakukan pemeriksaan terhadap pihak hotel terkait penangkapan dua orang yang membuang limbah bahan berbahaya beracun (B3) medis dari pasien Covid-19 di Cigudeg dan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Menurut Kapolres Kabupaten Bogor, AKBP Harun bahwa pihak hotel juga harus dimintai keterangan. Sebab, perusahaan laundry melakukan kerjasama dengan pihak hotel untuk membuang limbah medis dari Kota Tangerang.

“Mereka tahu (pihak hotel) jika perusahaan laundry tersebut bukan pihak yang membidangi pengangkutan limbah medis serta peleburan bahan berbahaya dan beracun,” imbuh Harun.

Harun menambahkan, limbah yang dibuang oleh perusahaan laundry berinisal AP tersebut telah melakukan pembuangan limbah tersebut tidak sesuai dengan ketentuan berlaku sebanyak tiga kali yakni 25 Januari 2021 di Desa Cigudeg, 27 Januari di Kecamatan Tenjo, dan 2 Februari 2021 di Cigudeg.

“Kebun Sawit dipilih karena jarang untuk dilintasi dan terbilang sangat jauh,” imbuhnya seraya menambahkan, hingga saat ini ada 10 orang yang diperiksa untuk menjadi saksi. Dan, barang bukti dua unit mobil boks.

Berdasarkan informasi yang diperoleh jika hotel yang memiliki 113 kamar tersebut telah melakukan kerjasama dengan Pemerintah Kota Tangerang dengan nilai Rp 830 juta per termin.(ydh)

Komentar Anda

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.