Isi Liburan Anak dengan Belajar Menjadi Koki di Danish Culinary School

oleh -

Palapanews.com- Mengisi liburan sekolah ditengah pandemi, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Danish Culinary School yang berada di Ruko Golden Boulevard BSD, Serpong, Tangsel mempunyai program cukup unik yakni pelatihan memasak bagi anak-anak.

Kelas anak yang dibuka setiap Sabtu ini mendapat antusias luar biasa dari anak-anak yang ingin bercita-cita menjadi chef handal.

Pemilik Danish Culinary School, Taufik Hidayat Syah menjelaskan, jika pihaknya ingin membagikan kreativitas memasak khususnya terhadap anak-anak yang sedang memasuki liburan.

“Memasak itu tidak harus orang dewasa, anak-anak juga bisa. Karena ini lagi liburan sekolah, kebanyakan main game, dengan adanya kegiatan ini bisa menyalurkan kreativitas anak-anak dan agar anak tidak jenuh,” ujar Taufik di Danish Culinary School, Sabtu (26/12/2020).

Masih kata Taufik, dengan adanya program kelas bagi anak-anak, mereka sangat senang dan antusias bisa mengenakan pakaian layaknya chef dan diberikan kesempatan memegang peralatan chef.

“Antusias, anak anak antusias sekali. Pertama kali datang langsung senang, diberikan kesempatan dimana anak-anak diberikan kesempatan untuk menggunakan alat-alat chef dan puas atas masakan yang dibuat sendiri,” paparnya.

Bahkan, menu yang dibuat juga sesuai dengan tren saat ini dan digemari oleh anak-anak.

“Anak usia dibatesin 6-12 tahun, jadi dia masih bisa. Maksimum 12 tahun dan menunya yang disukai anak-anak dan yang viral, seperti pasta spageti meet ball, minuman juga. Jadi enggak hanya makanan yang diajarkan,” tutur Taufik.

Selama pandemi covid-19 pun, protokol kesehatan tetap dijaga oleh Danish Culinary School dengan pengecekan suhu tubuh, cuci tangan, menggunakan masker dan memakai hand sanitizer.

Taufik juga menjelaskan, dengan harga yang murah anak-anak bisa mendapatkan beberapa resep dan juga mendapatkan sertifikat dari Danish Culinary School.

“Dibulan ini akita promo sekali datang Rp 100 ribu dua resep dan sudah bahan masakan dan mendapat sertifikat. Untuk harga normal setiap bulannya dikenakan biaya Rp 500 ribu dan untuk yang mengikuti sekali pertemuan biayanya Rp 100 ribu satu resep,” tandasnya. (nad)

Komentar Anda

comments