UMN dan UNILA Tuan Rumah Konferensi Internasional ICEBE 2020

oleh -

Palapanews.com – Kreativitas dan inovasi sangat diperlukan untuk mengurangi dampak negatif dari pandemi COVID-19. Demikian dikatakan Dr. Nairobi, SE., M.Si. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNILA.

Dr. Nairobi membuka “The 3rd International Conference of Economics, Business and Entrepreneurship 2020 (ICEBE 2020). Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bersama Universitas Lampung (UNILA) menjadi tuan rumah perhelatan tersebut yang digelar secara daring, Kamis (01/10/2020).

Dengan mengangkat tema “Innovation and Sustainability in the Digital Age”, konferensi ini menjadi kesempatan baik bagi para akademisi, peneliti, dan profesional serta berbagai pihak di industri, wirausaha, institusi pendidikan, serta pembuat kebijakan dalam pertukaran pengetahuan terkait inovasi, riset, dan aktivitas pengembangan.

Menurut Dr. Nairobi, tujuan lain dari konferensi adalah untuk memfasilitasi dan memberi peluang bagi para partisipannya untuk dapat saling bertukar ide, pengetahuan, serta pengalaman di bidang manajemen, akuntansi, dan ekonomi.

“Diharapkan, ICEBE dapat menjadi wadah dan medium bagi para akademisi untuk mempublikasikan karya akademiknya, seperti jurnal, thesis, dan lain sebagainya,” katanya lagi.

Sementara Rektor UMN Dr. Ninok Leksono M.A. baginya, inovasi mendorong keberlanjutan (sustainability) oleh karena inovasi didasarkan pada kreativitas. Inovasi menjadi kunci dari pertumbuhan ekonomi suatu negara, tanpa inovasi, perekonomian suatu negara akan bergerak lesu.

Tak hanya sampai disitu, rangkaian acara ICEBE 2020 masih terus berlanjut hingga sore hari dengan agenda sebagai berikut: sesi keynote speech; Q&A session; photo session; gift awarding session; coaching clinic; dan juga panel session.

Pada tahun ini, konferensi ini mendapat dukungan penuh dari Notre Dame of Marbel University – Philippines dan Universiti Teknologi MARA – Malaysia. Di tahun ini ada 100 paper submission dari lima negara, yaitu Indonesia, India, Malaysia, Filipina, dan Vietnam. (rls/bd)

Komentar Anda

comments