Begini Cara Dindikbud Tangsel Pastikan PJJ Berjalan Optimal

oleh -
Rapat evaluasi Dindikbud Tangsel dengan para guru. Foto: Nad
banner 300250

Palapanews.com- Sektor pendidikan, merupakan salah satu sektor terdampak Covid-19. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pun telah berjalan enam bulan lamanya. Hal tersebut sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri terkait pembelajaran di masa pandemi.

Dari SKB 4 Menteri tersebut juga diatur jika kegiatan belajar mengajar (KBM) boleh dilaksanakan secara tatap muka ketika status Covid-19 daerah tersebut kuning atau hijau. Untuk menyiasati itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangerang Selatan (Tangsel) memiliki cara tersendiri guna memaksimalkan PJJ agar berjalan dengan optimal.

Kepala Dindikbud Tangsel, Taryono mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel melalui Dindikbud Tangsel menggandeng salah satu provider untuk memfasilitasi PJJ agar tetap berjalan, meski sebagian kecil terkendala dengan fasilitas.

“Amanat Menteri harus tetap dilakukan. PJJ esensinya bagaimana pembelajaran dilaksanakan bermakna dan menyenangkan antar siswa, agar tidak selalu berorientasi dengan target pembelajaran. Meski banyak keluhan masyarakat karena 90 persen tidak berkendala dan 10 persen berkendala, Dindikbud Tangsel bekerjasama dengan salah satu provider dan kami telah membagikan 100.000 kartu perdana yang berisi kuota internet kepada guru dan siswa se-Tangsel,” terang Taryono kepada Palapanews.com, Selasa (29/9/2020).

Mencuci tangan sebelum memasuki lingkungan sekolah. Foto: Nad

Tak hanya itu saja, agar PJJ tetap berjalan optimal. Dindikbud bekerjasama dengan beberapa pihak untuk memberikan peningkatan mutu guru dalam menjalankan PJJ.

“Kemudian, kami bekerjasama dengan Perguruan Tinggi untuk memberikan penguatan kepada guru yang melaksanakan PJJ, strategi agar PJJ berlangsung dengan baik dan menyenangkan bagi para siswa,” ucapnya.

Bahkan, pihaknya pun telah menerapkan sistem home visit. Dimana home visit ini, untuk memfasilitasi siswa yang terkendala fasilitas melaksanakan PJJ.

“Kemudian ada kebijakan lain yakni home visit atau kunjungan guru ke rumah siswa dengan esensi untuk memastikan bahwa siswa dalam keadaan baik dan sehat. Kemudian diharapkan lahir kerinduan antara siswa dan guru sehingga ada interaksi sosial dan interaksi psikologi bagi para siswa. Jadi jika telah bertemu dengan gurunya maka terbangun semangat dan motivasi belajar,” ungkap mantan Sekdis Perhubungan ini.

Taryono juga memberikan pesan kepada seluruh siswa maupun para pengajar yang masih semangat melakukan PJJ. Untuk itu, Dindikbud Tangsel mengapresiasinya dengan memberikan honor utuh tanpa ada pengurangan.

“Ini yang kami pastikan agar diketahui sekolah. Dan guru harus sehat, terus melakukan inovasi dan kreativitas dalam menyajikan PJJ agar berjalan dan menyenangkan walaupun secara daring. Apresiasi kami termasuk memberikan kartu perdana dan terkait hak, seperti honor kami memberikan honor utuh tanpa adanya pengurangan,” tutupnya. (adv)

Komentar Anda

comments