Dinkes Tangsel Pastikan Penanganan Covid-19 Sesuai Pedoman Kemenkes

oleh -
Warga menjalani swab test di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel. Foto: Dok
banner 300250

Palapanews.com- Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Allin Hendalin Mahdaniar, memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) setempat telah dan terus berusaha semaksimal mungkin dalam menangani pandemi virus corona baru (Covid-19).

Seluruh penanganan dan pelayanan, Allin melanjutkan, juga sesuai dengan pedoman yang diterbitkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Terkait fasilitas pelayanan dan perawatan pasien Covid-19, menurut Allin, Tangsel telah memiliki sedikitnya 13 rumah sakit.

“Ada 13 rumah sakit di Tangsel yang menyediakan kamar, ICU dan ruang isolasi untuk menangani Covid-19. Tangsel juga memiliki satu rumah karantina Covid-19 berkapasitas 150 tempat tidur,” jelas Allin melalui keterangan tertulis, Jumat (18/9).

Sementara untuk pelayanan pemeriksaan swab, Allin menyatakan, Tangsel telah memiliki polymerase chain reaction (PCR). Hasilnya, kata Allin, keluar minimal tiga hari. Namun, ini tergantung ketersediaan reagen.

Pemeriksaan swab di Tangsel, Allin menjelaskan, tidak semuanya bisa dilayani oleh Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Tangerang Selatan.

Sekretaris Dinkes Kota Tangsel, Allin Hendalin. Foto: Ist

Untuk menyiasatinya, kata Allin, Dinas Kesehatan Tangsel melakukan pengiriman ke laboratorium milik pemerintah di luar Tangsel, yakni ke Labkesda milik provinsi, Balai Besar Teknis Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit, juga Rumah Sakit Universitas Islam Negeri (UIN).

Hasil pemeriksaannya tergantung pada kemampuan laboratorium-laboratorium tersebut. Terlebih, laboratorium tersebut tidak hanya melakukan pemeriksaan sampel dari Tangsel, tapi juga dari daerah-daerah lain.

“Maka itu, hasil pemeriksaannya akan keluar sesuai jadwal waktu sampel yang terkirim dan kemampuan laboratorium memeriksa sampel per hari,” jelas Allin.

Ketika ditanya tentang pelacakan (tracing) kontak, menurut Allin, Pemkot Tangsel telah sesuai dengan target yang ditentukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni 1 persen dari jumlah penduduk.

“Tangsel juga sudah melebihi target Bappenas. Kami terus upayakan target per minggu 1 persen dari jumlah penduduk,” tutur Allin.

Di sisi lain, upaya Pemkot Tangsel melawan pandemi Covid-19 belakangan mulai membuahkan hasil. Ini terlihat dari perubahan status Tangerang Selatan dari semula zona merah menjadi zona oranye terkait penyebaran Covid-19. Perubahan ini berdasarkan laporan Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Kendati tak lagi berzona merah, Pemkot Tangsel tak mengendurkan upaya perlawanan, termasuk terus bersiaga mencegah penyebaran Covid-19. Masyarakat juga terus diingatkan untuk tetap menjalani protokol kesehatan, berupa menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M). (adv)

Komentar Anda

comments