Tokoh Tangsel Ramai-ramai Bantah Jadi Timses Muhamad-Saras

oleh -
Foto surat pernyataan dan selebaran struktur pemenangan pasangan Muhamad-Saras. Foto: Ist
banner 300250

Palapanews.com- Sejumlah tokoh Tangerang Selatan (Tangsel) mengklarifikasi jika menjadi tim sukses pasangan bakal calon walikota dan wakil walikota Tangsel Muhammad-Saraswati. Mereka merasa namanya dicatut untuk menjadi tim sukses.

Tokoh Masyarakat Kecamatan Pondok Aren Ubaidillah Hamdan mengklarifikasi terkait namanya yang tercantum sebagai Koordinator Kecamatan Pondok Aren di tim pemenangan Muhammad-Saras. Ia memastikan informasi itu hoax atau tidak benar.

Ia mengatakan, dirinya tidak pernah memberikan izin untuk mencantumkan namanya sebagai tim sukses Muhammad-Saras. Apalagi, menjadi Koordinator Kecamatan Pondok Aren.

“Saya tidak mengetahui dan tidak pernah memberikan izin untuk mencantumkan nama saya,” katanya.

Karena itu, apabila ada yang menyebut dirinya sebagai salah satu timses, pihaknya meminta masyarakat dan semua pihak tidak mempercayainya. “Itu hoax, bohong, jangan dipercaya,” ucapnya.

Kemudian, Tokoh Masyarakat Pondok Aren lainnya KH. Khusnul Aqib LC juga menyatakan jika dirinya tidak tau menahu soal pencatutan namanya sebagai tim sukses Muhammad-Saras.

“Itu tidak ada izin (memcantumkan nama), kurang sopan,” katanya.

Ia juga meminta kepada oknum yang mencatut namanya untuk meminta maaf. Termasuk juga kepada tokoh lainnya yang namanya dicatut. “Lagian saya tidak ada yang begitu-begituan (tidak ikut-ikutan politik praktis),” ujarnya.

Selain itu, seorang ASN Pemkot Tangsel M Sobron Zayyan juga menerbitkan surat klarifikasi yang diterbitkan pada 17 September 2020. Ia menyatakan jika dirinya tidak termasuk tim sukses Muhammad-Saras. Ia merasa tidak meminta dan tidak menyatakan kesediaan jika namanya masuk ke dalam tim sukses.

Apalagi, kata dia, dirinya sebagai ASN yang tidak dibolehkan ikut ke politik praktis. Kata dia, hal itu merujuk pada pasal 2 huruf F Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN.

“Bahwa setiap ASN tidak berpihak dari segala pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun,” ujarnya.

Kemudian, salah seorang ketua RT yang enggan disebutkan namanya mengatakan dirinya pun beberpa kali diundang dalam acara perkumpulan RT/RW. Perkumpulan itu sudah disetting untuk dukungan kepada Muhammad-Saras.

Ia mengatakan, klaim-klaim seperti itu jelas merugikan pribadi dan lingkungannya.

“Kiarain di tinggkat RT dan RW saja yang mereka klaim, ternyata sampai ke tokoh tokoh besar. Belum memimpin saja sudah seperti ini kalau udah memimpin bakal menggunakan kuasanya lebih bahaya lagi,” ujarnya. (red)

Komentar Anda

comments