Anak Berkebutuhan Khusus Spectrum Belajar Melukis Lewat Daring

Palapanews.com- Wabah virus corona atau covid-19 di dunia internasional, khususnya Indonesia membuat masyarakat menjadi terpuruk. Tapi, selayaknya dengan pandemi covid-19 seperti ini dibutuhkan semangat dalam berkarya lebih kreatif.

Hal ini disampaikan oleh Psikolog Pembina Sekolah Khusus Spectrum pada bincang daring dengan Zoom bertajuk “Menjaga Semangat Kreatif Anak Berkebutihan Khusus (ABK) di Masa Pandemi”.

Sandra Talogo mengatakan, bincang-bincang tersebut dalam peringatan HUT ke 44 Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta dan HUT ke 75 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Adanya pandemi seperti ini, kata Sandra, banyak waktu luang yang bisa digunakan untuk menjalankan rutinitas, khususnya ketika berada di rumah.

“Itulah saatnya lebih kreatif dan lebih inovatif” kata Sandra seperti dilansir bogorkita.com.

Kepala UP Museum Seni, Esti Utami mengatakan, dorongan keluarga dibutuhkan bagi para siswa Sekolah Spectrum untuk mengeksplore pandemi.

“Karya besar Sir Isac Newton tentang gravitasi di abad ke-17 terjadi pada saat pandemi,” kata Esti Utami mengungkap sejarah.

Demikian pula di saat semua gedung teater di Inggris tutup karena lockdown di abad 17 juga William Shakespeare melahirkan karya besarnya.

Tercatat karyanya Hamlet diterbitkan tahun 1603 dan Maribeth tahun 1623. Sedangkan Romeo and Juliet tahun 1592.

Eko Wibowo guru seni rupa Sekolah Spectrum menerangkan, selama pandemi peran orang tua lebih dominan dalam memicu dan memacu kreativitas anak didik berkebutuhan khusus. Walau begitu peran guru sekolah juga tak kendor.

“Saya sampai 4 jam menerima video call siswa bareng bareng 4 orang. Memang harus melek teknologi informasi,” paparnya.

Menurut Eko metode mengajar ABK masing masing berlainan. Ada yang senang visual langsung praktek, ada pula yang verbal walau yang ini sedikit.

Acara yang dipandu Astri dan Bayu dengan dukungan AMI DKI Paramita Jaya itu berlangsung lebih dari 2 jam.

Pada acara kemarin Putri (20) terlihat multi talenta. Siswa berkebutuhan khusus itu memamerkan karya lukisnya bunga sakura warna merah muda. Padahal biasanya dia mengikuti pameran keramik yang menjadi hobinya.(net)

Komentar Anda

comments