Palapanews.com- Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta menyoroti temuan banyanya kasus positif Covid-19 di pasar-pasar di wilayah DKI Jakarta. PDIP menilai penyebaran COVID-19 di pasar disebabkan rendahnya kedisiplinan dalam penerapan protokol kesehatan pada masa PSBB transisi.
“Tidak mengherankan jika pasar sekarang menjadi epicentrum COVID-19 saat ini, karena penerapan disiplin protokol kesehatan adaptasi PSBB transisi rendah sekali,” ujar Wakil Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Ima Mahdiah, dikutip dari detik.com, Jumat (19/6/2020).
Ima menilai, saat ini pengawasan dan implementasi kebijakan lapangan masih lemah. Menurutnya, pada masa PSBB transisi ini Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beserta jajarannya perlu lebih agresif dalam pengawasan.
“Sekali lagi, ini masalah lemahnya pengawasan dan implementasi kebijakan di lapangan,” kata Ima.
“Seharusnya ketika Gubernur Anies sudah komitmen untuk menerapkan PSBB transisi, beliau dan seluruh jajaran Pemprov hingga ke tingkat bawah bukan mengendurkan pengawasan dan terlihat pasrah, justru Pemprov harusnya semakin agresif dalam melakukan pengawasan,” sambungnya.
Terlebih menurutnya, kebijakan Pemprov DKI yang akan menghentikan bansos justru membuat banyak masyarakat kembali ke pasar. Untuk itu, Ima meminta pemprov DKI juga memikirkan hal tersebut.
“Apalagi jika bansos Pemprov Juli akan dihentikan, masyarakat yang selama ini lumayan terbantu dari Bansos itu mau tidak mau harus kembali berbelanja ke pasar, ini kan menjadi dilema. Seharusnya Pemprov berpikir hingga kesana,” pungkasnya.
Diketahui, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti mengungkapkan pihaknya telah melakukan tes untuk melacak penyebaran virus Corona di 18 pasar di Jakarta. Dari total seribu lebih yang diperiksa, 137 orang dinyatakan positif dan paling banyak berada di pasar induk Kramat Jati, Jakarta Timur.
“Ini kita petakan dari kemarin pada saat PSBB transisi, kita masukin ke 18 pasar yang kita periksa ada 1.168 orang dan ternyata positif 137. Di pasar tersebut dan itu sudah dilakukan intervensi, evakuasi, untuk dilokalisir, diisolasi ke Wisma Atlet,” kata Widyastuti. (red)
