Palapanews.com – Alibaba Cloud meluncurkan Database Cloud-native di Indonesia untuk mendukung peningkatan kebutuhan akan transformasi digital. Startup ternama, seperti Kopi Kenangan, Akulaku dan Investree telah menggunakan database Alibaba Cloud untuk ekspansi bisnis mereka.
Rabu, 10 Juni 2020 di Jakarta, Alibaba Cloud, tulang punggung data intelligence Alibaba, mengumumkan peluncuran Apsara, layanan database cloud-native untuk PolarDB dan AnalyticDB di Indonesia.
Dengan memperkenalkan teknologi terkemuka yang telah terbukti efektif dalam ekosistem Alibaba, penyedia layanan komputasi awan global terdepan ini berkomitmen untuk menjadi mitra terpercaya bagi para pelanggan yang tengah mencari inovasi yang canggih, aman, dan hemat biaya untuk mendorong pertumbuhan bisnis pasca pandemi.
“Jajaran produk database dari Alibaba Cloud telah terbukti efektif dalam mendukung proses kerja sehari-hari pada platform Alibaba serta kegiatan-kegiatan besar seperti Alibaba Global Shopping Festival, dan kami sangat senang dapat memperkenalkan jajaran produk ini ke pasar Indonesia,” kata Leon Chen, Country Manager untuk Alibaba Cloud Indonesia.
“Melalui layanan cloud kami yang canggih, aman, dan kokoh, kami berharap dapat memberikan nilai tambah bagi pelanggan yang mencari infrastruktur cloud yang tepercaya dan tangguh untuk mengatasi permintaan yang melonjak dalam proses tranformasi digital yang efektif,” tambah Chen.
“Untuk dapat menangani proses transformasi digital dari offline ke online (O2O) dan untuk memberikan pengalaman berbelanja yang dipersonalisasi, kami membutuhkan kinerja database yang kokoh terutama karena meningkatnya volume transaksi dan analitik. Kami senang solusi database cloud-native yang dihadirkan Alibaba Cloud dapat membantu kami dalam menghadapi tantangan dan dapat menangkap peluang dalam mengembangkan bisnis dengan lebih baik,” kata Fengping, CTO Kopi Kenangan.
Di Indonesia, Alibaba Cloud akan bekerjasama dengan mitra layanan TI lokal untuk menawarkan layanan database cloud-native bagi para penggunanya, terutama bagi mereka yang bergerak di industri game, e-commerce, teknologi finansial, pendidikan dan media online. (rls/bd)
