Kriteria Usaha Ini, Bisa Dapat Bantuan Program Sahabat UMI

oleh -

Palapanews.com – Aksi Cepat Tanggap (ACT) meresmikan program Sahabat UMI (Usaha Mikro Indonesia) pada Selasa, 2 Juni 2020.

Program ini memberikan sedekah modal usaha untuk menumbuhkembangkan usaha ultra mikro, khususnya usaha para ibu yang terkena dampak ekonomi dari pandemi Covid-19.

Sahabat UMI menyasar para ibu pemilik usaha rumahan atau pedagang keliling yang menyokong ekonomi keluarga. Terealisasinya program ini dilandaskan oleh beberapa fakta yang terjadi di lapangan.

Data Bank Indonesia menyebutkan bahwa pada tahun 2018, lebih dari 60% UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan dengan total mencapai 37 juta dari jumlah 57,83 juta UMKM. Sementara itu selama pandemi corona ini, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah melaporkan bahwa 37.000 UMKM terdampak secara ekonomi.

Ahyudin, Ketua Dewan Pembina Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengatakan, Sahabat UMI menargetkan 10.000 penerima manfaat yaitu para ibu melalui sedekah modal usaha.

“Untuk saat ini sudah ada sekitar 1.800 umi yang kami bantu dengan implementasi 100 penerima manfaat per hari. Harapannya, setiap hari bisa bertambah orang yang terlibat. Hingga Desember 2020, satu juta pelapak yang akan bergabung menjadi Sahabat UMI,” jelas.

Beberapa sektor yang akan disasar oleh program Sahabat UMI di antaranya bidang pangan, fesyen, jasa, hingga kerajinan tangan. Harapan besar rencana program UMI ini nantinya dapat mengangkat usaha ultra mikro menjadi naik level yaitu usaha kecil hingga menjadi usaha menengah.

Ibnu Khajar, Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) menambahkan bahwa program ini merupakan program lanjutan dari berbagai program yang telah diluncurkan dalam menghadapi kelumpuhan ekonomi selama masa pandemi.

“Dukungan pangan dan bantuan kemanusiaan lainnya juga akan diberikan kepada mitra Sahabat UMI disesuaikan kondisi masing-masing,” katanya.

Ini, beberapa kriteria usaha yang bisa dapat bantuan UMI : penggerak usahanya adalah perempuan dari keluarga prasejahtera dengan skala rumahan atau pedagang keliling, modal usaha di bawah Rp1 juta, produk siap jual (bukan dropshipper atau barang ada jika ada pesanan), tidak mensyaratkan agunan fisik atau hal lainnya, wajib memiliki usaha dan pengalaman berjualan sebelumnya, tidak dalam proses atau pengajuan modal usaha dari lembaga lainnya, dan tidak menggunakan dana tambahan modal untuk kebutuhan pribadi. (rls/bd)

Komentar Anda

comments