Modus Jual Paket Sembako via Medsos, Seorang Wanita Diciduk Polisi

oleh -

Palapanews.com- Seorang wanita berusia 34 tahun asal Pinang, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang dibekuk Polresta Tangerang lantaran menipu sejumlah korban dengan berkedok penjualan parcel sembako murah.

Dari bisnis tersebut, wanita berinisial GA berhasil meraup keuntungan hingga Rp1 miliar.

Kapolresta Tangerang Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan, pelaku beserta tujuh rekannya menawarkan paket sembako murah disejumlah media sosial (medsos). Paket tersebut dijualnya mulai dari Rp40 ribu hingga pake sembako lengkap seharga Rp80 ribu.

“Yang Rp40 ribu yang berisikan minyak goreng, gula, teh, biskuit, permen dan beberapa item lainnya. Sementara paket sembako lengkap seharga Rp80 ribu yang berisikan, beras 5 kilogram, makanan kaleng, gula, tepung, teh, minyak goreng, mie instan, biskuit dan susu kental manis, dijualnya melalui media sosial,” ujarnya, Senin, 18 Mei 2020.

Ade menambahkan, ketika masyarakat mulai minat akan penawaran tersebut, pelaku akan meminta agar setiap pemesan melakukan pembayaran lebih dulu melalui transfer. Selanjutnya, pelaku GA dan rekannya mulai melancarkan aksi penipuannya dengan tidak mengirimkan seluruh parcel yang telah dipesan, melainkan hanya 30 sampai 50 persennya saja dari jumlah yang sudah dipesan.

“Misalnya, korban memesan 100 parcel sembako, nanti yang dikirimkan hanya setengahnya saja, atau bahkan 30 persen dari jumlah pemesanan dengan alasan kehabisan barang. Dan nantinya, dia menjanjikan kalau sisanya dikirim beberapa minggu kemudian. Namun, sisa barang itu tidak pernah dikirim ke pemesan,” jelasnya.

Ade menuturkan, para pelaku melakukan aksinya sejak Februari 2020, sudah berhasil menipu sebanyak 120 orang. Dalam kasus ini, lanjutnya, pelaku hanya melayani pemesanan dengan jumlah yang banyak.

“Korbannya ada 120 orang dan dia hanya melayani jumlah besar saja, karena keuntungannya pun lebih besar, ditambah ketika masuk masa pandemi dan dekat lebaran, kegiatan ini semakin dilancarkan, karena banyak yang tertarik dengan harga murah dan spesifikasi barang yang banyak,” katanya.

Untuk barang sembako itu, Ade menjelaskan, pelaku GA mendapatkannya dari traider atau tengkulak yang sudah bekerja sama dengannya. Kini, GA harus menjalani proses penahanan di Mapolres Kota Tangerang dengan ancaman pasal 378 dan 372 tentang penipuan dan penggelapan.

“GA kita tetapkan sebagai tersangka dan dikenakan hukuman empat tahun penjara, sementara rekannya yang lain masih kita lakukan pemeriksaan intensif,” katanya.(rik)

Komentar Anda

comments