Moh. Shaheed : Kita Membutuhkan Peraturan Olahraga di MMA

oleh -
President KHK MMA dan Brave Combat Federation Moh. Shaheed. foto : ist

Palapanews.com – Dunia Mixed Martial Arts (MMA) kini, telah dipaksa untuk mengalami perubahan mendalam, yaitu  dengan adanya beberapa pertunjukan dibatalkan atau ditunda ke tanggal berikutnya. Seperti yang telah dilakukan BRAVE Combat Federation, yaitu organisasi MMA yang paling cepat berkembang di dunia.

Atmosfer olahraga juga tidak kebal terhadap efek luar biasa dari penyebaran COVID-19, dan hampir semua organisasi olahraga yang ada di dunia telah dipengaruhi oleh pandemi  Covid-19 sampai batas yang berbeda.

“Saat ini, seluruh dunia telah dipengaruhi oleh Pandemi Coronavirus, yang telah mempengaruhi jutaan nyawa, ekonomi, dan bisnis di seluruh dunia,” ungkap Mohammed Shaheed, President KHK MMA dan Brave Combat Federation pada konferensi pers, Kamis (8/4/2020) di Bahrain.

Selanjutnya presiden organisasi yang berbasis di Bahrain (BCF) ini, telah sangat proaktif untuk memulai kampanye untuk meningkatkan kesadaran dalam hal membantu menghentikan penyebaran virus. Dia juga bersikeras kegiatan olahraga dan acara hiburan yang melibatkan banyak orang harus dihentikan sampai otoritas kesehatan dan pemerintah yang berdaulat, memberikan izin penyelenggaraan kegiatan untuk dilanjutkan hingga keadaan normal.

Namun sangat disayangkan adanya lembaga penyelenggaraan MMA lain yang memilih untuk mengabaikan pandemi Coronavirus di seluruh dunia, sehingga memiliki resiko menempatkan nyawa ribuan orang di garis untuk “menjaga acara tetap berjalan”.

Dengan konfirmasi baru-baru ini yang menyatakan UFC 249 akan terus dilaksanakan, menurut Shahid, kegiatan tersebut telah menyentuh hal yang telah ditekankan  oleh BRAVE CF – yaitu tentang perlu adanya regulasi atas seni bela diri campuran  (MMA)sebagai olahraga.

“Rencana UFC untuk menyelenggarakan acara UFC 249 adalah alasan mengapa kita membutuhkan peraturan olahraga di MMA,” tegas Shaheed.

Semua orang merasakan kehilangan atas sesuatu akibat (penyebaran dan dampak) pandemi ini. Di dunia olahraga saja, telah banyak atlet sepakbola yang bersedia melakukan pemotongan upah, selain itu banyak klub-klub olahraga yang tenggelam, namun demikian masih ada organisasi yang bekerja untuk tetap bertahan.

“Kita saat ini memiliki badan-badan seperti UEFA dan IOC yang melangkah dan menunda acara besar mereka secara global, dan memberikan contoh dengan melakukannya (menunda),” beber Shaheed.

“Adalah tugas kami (BCF) sebagai perwakilan untuk olahraga MMA untuk bergerak maju dengan cara yang tidak membahayakan siapa pun. Kami perlu mengambil langkah mundur dan kami perlu memberikan contoh. Ini adalah masalah kolektif kita semua, dan kami yakin bisa menunjukkan kepada seluruh dunia olahraga, kami peduli dengan masalah ini,” tegas Shaheed lagi.

“Hari ini kami disalahartikan sebagai olahraga yang tidak perduli akan adanya wabah ini, akibat dari keputusan UFC yang bersikeras menyelenggarakan kegiatan UFC 249 seperti ini,” katanya. (ap/bd)

Komentar Anda

comments