Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Pemkot Tangsel Diminta Tegas Atur Warganya

oleh -
Ruas Jalan Ciater Raya. Foto: Nad

Palapanews.com- Imbauan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan melakukan physical distancing dan berkegiatan di rumah belum dipatuhi masyarakat Tangerang Selatan (Tangsel). Buktinya, masyarakat Tangsel masih sibuk hilir mudik di sejumlah ruas jalan.

Seperti di Jalan Letnah Soetopo, Serpong. Terpantau ruas jalan utama ini masih ramai. Terlihat pula Jalan Ciater Raya yang masih ramai akan warga yang berjalan kaki atau bersepeda.

Padahal menurut Data Gugus Tugas Covid-19 Tangsel, kasus kian meningkat, seperti data pada Rabu (1/4/2020) 336 ODP, 139 PDP, positif 38, meninggal 6 dan 6 pasien sembuh.

Melihat itu, salah satu tokoh pendiri Tangsel, Suryadi Nian mengatakan seharusnya Pemkot Tangsel bisa mendeteksi wilayah mana saja yang menjadi penyebaran Covid-19.

“Artinya ODP, PDP dan lainnya itu jadi tanggung jawab pemerintah daerah sekarang. Yaitu, mendeteksi wilayah mana saja yang memang sudah ada covid-19 itu supaya tidak menyebar kan harusnya begitu,” ujar Suryadi saat dihubungi, Rabu (1/4/2020).

Suryadi melihat Tangsel yang menjadi wilayah perbatasan, seharusnya dalam situasi saat ini Pemkot bisa mengambil kebijakan yang keras terhadap warganya.

“Karena di Tangsel ini ruang geraknya sempit, enggak seperti daerah lain. Makanya sikap pemda harus segera ambil langkah yang tepat yang lebih keras tehadap masyarakat,” ungkapnya.

Meski begitu, Suryadi merasa Tangsel belum perlu melakukan isolasi wilayah. Menurutnya, yang perlu dilakukan yakni kesadaran masyarakat dan peran pemerintah untuk bertindak tegas.

“Kalau isolasi kan kepentingan pemerintah pusat kalau pemerintah pusat memberikan kewenangan penuh baru bisa. Artinya sekarang kesadaran masyarakat itu sendiri. Wajib sebagai Walikota memberikan imbauan kepada masyarakatnya,” pungkasnya. (nad)

Komentar Anda

comments