Indonesia Banget, Ada Booth Sepatu Compass Mirip Warteg di BCA Expoversary

oleh -
Booth Sepatu Compass di BCA Expoversary 2020 di ICE BSD. Foto: Nad

Palapanews.com- Ada yang unik dalam gelaran BCA Expoversary 2020, salah satunya booth mirip Warteg. Namun, bukan makanan yang ada di etalase warteg tersebut, melainkan sepatu dengan brand Compass.

Brand asli karya anak bangsa ini menawarkan sneakers yang tak kalah saing kualitasnya dengan produk luar negeri. Bahkan, sebanyak 63 pasang sepatu Compass dipakai oleh jajaran direksi BCA dalam perayaan ulang tahun BCA ke-63.

Sepatu yang lahir dari tangan Gunawan Kahar di tahun 1998 ini, materialnya menggunakan kain twiil yang tidak setebal kanvas pada body sepatu menjadikan sepatu lebih lentur dan diklaim berkualitas internasional.

Sepatu Compass pernah buntu dalam pengembangannya. Tren itu pun dialami banyak juga produk lokal di tengah gempuran merek luar negeri yang masuk Indonesia sejak awal tahun 2000-an.

Compass kemudian memanfaatkan media sosial untuk melakukan rebranding. Tenaga baru Compass moncer setelah digawangi oleh Aji Handoko sebagai creative director di perusahaan sepatu asal Bandung ini.

Tak lama setelah Aji bergabung, sneakers Gazelle dikeluarkan. Kemunculan Gazelle bahkan diklaim sanggup menjajarkan sneakers Compass setara dengan Vans. Sepatu ini pun di-review oleh para influencer fashion salah satunya Tirta Mandira Hudhi alias dr.Tirta.

Puncaknya, pada momen Asian Games 2018 muncul tren penggunaan produk lokal. Bagaikan bola salju, popularitas Compass semakin menjadi bagi para pecinta sepatu. Februari 2019, Compass merilis seri kolaborasi dengan seorang influencer, Bryant Notodihardjo.

Kolaborasi ini menghasilkan sepatu Compass dengan seri Bravo 001 yang dirilis saat Jakarta Sneaker Day 2019. Compass X Bryant dengan military style yang hanya di produksi 100 pasang dengan harga Rp398 ribu ludes terjual dalam 90 menit saja.

Tren larisnya brand local ini juga terlihat di Urban Sneaker Society (USS) 2019 di District 8, SCBD, Jakarta pada 8-10 November 2019 lalu. Booth Compass yang kala itu di set sedemikian rupa mirip tempat pangkas rambut.

“Dengan range harga 200 sampai 600 ribu, sepatu Compass menjadi media yang bersahabat dengan industri manapun. Makanya, kenapa show case Compass ini mirip Warteg, karena sepatu ini Indonesia banget dan bagaimana kita, sebagai warga Indonesia menghargai produk dalam negeri sehingga melekat dihati kita,” ujar salah seorang karyawan Compass yang enggan disebutkan namanya dalam BCA Expoversary di ICE, Minggu (23/2/2020). (nad)

Komentar Anda

comments