Isu Pungli, Benyamin Davnie: Kedepan, Komite Sekolah Tidak Perlu

oleh -

Palapanews.com- Pendidikan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali diterpa isu pungutan liar (Pungli) yang menerpa Komite SDN Pondok Ranji 01.

Komite SDN Pondok Ranji 01 mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada siswa untuk menyisihkan uang Rp35 ribu dalam rangka purnabakti Kepala SDN Pondok Ranji 01 dan ditandatangani Ketua Komite SDN Pondok Ranji 01.

Menanggapi hal itu, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie geram dan menjelaskan, pungutan dalam bentuk apapun sesungguhnya tidak dibolehkan.

“Saya sudah langsung lihat berita itu, sudah saya tindak lanjuti. Saya perintahkan Dinas Pendidikan untuk ngecek. Yang kedua, pungutan dalam bentuk apapun tidak boleh. Sumbangan juga kan ada aturannya tidak boleh mengikat, tidak boleh menentukan besaran dan sebagainnya,” ujar Benyamin dalam acara Pelantikan Pengurus Pokja Wartawan Harian Tangsel di Sentul, Bogor,¬†Sabtu (14/12/2019)

Saat ini, Benyamin masih menunggu kabar dari Dinas Pendidikan benar atau tidak adanya pungutan tersebut. Apabila terbukti melakukan pungutan, Inspektorat akan turun menangani pungutan liar di SDN Pondok Ranji 01.

“Saya menunggu Kepala Dinas Pendidikan, tapi kalau itu memang benar terjadi, ya tentunya saya mintakan Inspektorat untuk turun menangani itu,” ungkapnya.

Dengan hadirnya Komite di sekolah yang diharapkan bisa menjadi pendamping pihak sekolah. Justru banyaknya pungutan liar yang dilakukan Komite sekolah menjadi walimurid terbebani.

“Mau komite mau sekolah, kalau sumbangan jangan ditentukan besarnya dan waktunya juga enggak boleh ditentukan. Ini yang harus dibenahi sama Pak Menteri juga. Tapi ke depan mungkin komite enggak perlu lagi kali,” pungkasnya. (nad)

Komentar Anda

comments