Jelang Natal dan Tahun Baru, KKP Bandara Soetta Perketat Pengawasan

oleh -

Palapanews.com- Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, mempertebal pengawasan dan pelayanan kesehatan di kawasan bandara menyambut Natal dan Tahun Baru 2020.

Pengawasan tersebut bertujuan untuk mewaspadai penyakit menular dari negara lain saat pertumbuhan penumpang meningkat di Natal dan Tahun Baru.

Kepala KKP Kelas I Bandara Soekarno-Hatta Anas Ma’ruf mengatakan, pihaknya akan awasi penumpang dari negara-negara yang tengah dilanda penyakit tertentu, saat tiba di terminal. Kewaspadaan dalam bentuk pengawasan, lanjutnya, wajib dilakukan pada penerbangan internasional.

“Itu ada aturannya, hanya saja kalau sudah ada warning dari WHO pada negara tertentu terkait wabah penyakit, maka petugas akan lebih waspada,” ujarnya di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa, 10 Desember 2019.

Menurut Anas, ada satu negara dimana pemeriksaan sudah dilakukan dari atas pesawat. Sebelum turun, para penumpang termasuk bila ada WNI-nya, harus mengisi keterangan dalam keadaan sehat atau health declare.

“Itu penerbangan dari Filipina, karena di sana marak Polio. Jadi saat tiba akan mengisi health declare, apakah dia sehat atau tidak, kemudian akan tinggal berapa lama di Indonesia,” ungkapnya seraya menambahkan kalau memang dalam keadaan sakit, maka akan dipisahkan guna pemeriksaan lebih lanjut.

Anas meminta kepada petugasnya ada beberapa negara yang harus diwaspadai atau mendapat pengawasan ketat dari KKP. Seperti MERS atau flu onta dari Arab Saudi, sehingga para WNI yang baru pulang haji atau umrah dan WNA (warga negara asing) untuk segera menjalani screaning awal sebelum masuk pengecekan Imigrasi.

“WHO juga melaporkan belakangan ini ditemukan kasus-kasus baru tentang penyakit yang bisa terbawa ketika sepulang dari sana. Maka penting melakukan pantauan jemaah pulang dari umrah atau haji,” katanya.

WHO pun menyatakan, imbauannya agar waspada terhadap wabah Ebola dari Afrika. Jadi, screaning suhu tubuh yang terpantau langsung menggunakan layar, juga dipasang sebelum memasuki keimigrasian Bandara Soetta.

Meski begitu, Anas mengaku belum pernah ada WNA yang dipulangkan lantaran mengidap penyakit menular. Sebab, bila terdeteksi suhu tubuh meninggi, maka akan dibawa ke klinik KKP untuk pengecekan darah.

Anas menuturkan, pihaknya akan menggandeng rumah sakit, klinik dan semua stakeholder di area Bandara Soekarno-Hatta, terkait pengetatan pengawasan kesehatan.

“Khusus bidang kesehatan, KKP Bandara Soetta sudah melaporkan rapat koordinasi, yang diundang adalah rumah sakit, klinik sekitar Bandara Soetta dan stakeholder. Kita akan siap melakukan layanan kesehatan,” katanya.

Nantinya, Anas menambahkan, KKP akan menyebarkan petugas kesehatan di beberapa pos di Terminal 1, 2, dan 3 Bandara Soekarno-Hatta. Lanjutnya, pihaknya akan menerjunkan sekira 100 personel untuk menjaga pos kesehatan pada Natal dan Tahun Baru 2020. Di mana akan memasukan unsur dokter dan staf ahli yang akan menangani beberapa penyakit tertentu.

“Tiap posnya akan diisi minimal dua petugas kesehatan. Totalnya itu hampir 100 orang, kami bertugas 24 jam di masing-masing titik. Ada yang empat dan lima tergantung tingkat keramaian pos masing-masing,” jelasnya.

Anas menjelaskan, pelayanan kesehatan tersebut, akan mulai beroperasi dari 19 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020.

“Ada 14 pos yang akan kita siapkan dalam rangka untuk pelayanan publik dalam rangka arus mudik dab balik Natal dan Tahun Baru 2020,” katanya.(rik)

Komentar Anda

comments