7 Lapak Pengelola Sampah Terbakar, 3 Orang jadi Korban

oleh -

Palapanews.com- Sebanyak tujuh lapak pengelolaan limbah sampah di Kampung Baru Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Banten, kebakaran. Sebanyak tiga orang pekerja pengelolaan limbah plastik menjadi korban.

“Dua dari tiga pekerja tersebut berhasil menyelamatkan diri meskipun mengalami luka-luka bakar disekujur tubuhnya. Satu orang pekerja lagi mengalami luka bakar cukup serius sempat terjebak dalam peristiwa itu,” ujar salah satu warga, Maskun, Selasa, 24 September 2019.

Maskun menjelaskan, kebakaran yang diduga berasal dari ledakan mesin pres limbah plastik itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, membuat warga setempat panik dan berhamburan keluar rumah. Usai ledakan disalah satu pengelolaan limbah tersebut, kobaran api dengan cepat menyambar tujuh lapak-lapak pengelolaan limbah lainnya. Selain itu, juga ada enam rumah permanen yang turut hangus dilahap kobaran api dekat parimeter Bandara Internasional Soekarno-Hatta itu.

“Awalnya tiga pekerja pengelola limbah itu lari keluar, sambil teriak kebakaran-kebakaran. Ketiganya mengalami luka-luka bakar, dan kemudian api langsung menyambar disekitarnya sampai kebakaran itu menjadi besar,” jelasnya.

Menurut Maskun, dirinya bersama warga lainnya segera mengevakuasi rumah-rumah dan barang berharga yang masih sempat diselamatkan. Selain itu, juga kebakaran itu membuat warga setempat panik dan berhamburan keluarga rumah untuk menyelamatkan diri.

“Kebakaran itu semakin membesar, karena angin juga sangat kencang. Beruntung keluarga saya bisa menyelamatkan diri dan sekarang petugas pemadam kebakaran sudah datang,” katanya.

Pantauan dilokasi, lebih dari lima unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan Damkar Kota Tangerang. Garis polisi juga sudah melingkar sejauh 10  meter dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Maskun mengatakan, akibat kebakaran itu juga kepulan asap hitam tebal menutupi langit-langit disekitarnya, bahkan dari Bandara Soetta kepulan asap itu juga dapat terlihat.

“Korban sampai sekarang masih belum diketahui karena kami semua juga panik yang penting menyelamatkan diri dahulu,” katanya.

Saat ini, ketiga korban kebakaran mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang.

Salah satu pemilik lapak pengelolaan limbah Suryadi menuturkan satu orang pekerja yang berhasil selamat itu merupakan saksi mata yang mengetahui persis bagaimana kebakaran terjadi. Pasalnya, korban selamat yang belum diketahui identitasnya itu berlari sambil berteriak kebakaran dengan luka-luka di tubuhnya.

“Dari mesin pres sampah limbah awalnya, terus ada ledakan seperti bom. Korbannya saya kurang tahu tetapi ada korban selamat dari lapak sebelah saya,” jelasnya.

Suryadi menjelaskan diduga kuat masih ada satu orang pekerja lagi yang terjebak di dalam lapak yang terbakar, dan ia juga tidak menyangka peristwa hebat tersebut menghanguskan lapak pengelolaan limbahnya.

“Lagi aktivitas giling biasa, aktivitas biasa pada kerja tiba-tiba suara ledakan langsung meledak gede banget. Cuma berhubung ledakan api besar akhirnya ke tempat saya juga merembet kemana-mana, saya sudah sedia air. Saya kan ada sumber air, apar semuanya lengkap tapi tetap terbakar juga,” katanya.(rik)

Komentar Anda

comments