Jual Obat Terlarang, 3 Toko Kosmetik Digeruduk Polisi

oleh -
Ilustrasi. Foto: Dok

Palapanews.com- Polresta Tangerang bongkar peredaran obat-obatan terlarang berkedok toko kosmetik di Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten.

Total ada tiga toko kosmetik jaringan pulau Sumatera yang kedapatan menjajakan ribuan butir obat keras golongan G jenis eximer dan tramadol.

Kapolresta Tangerang, Kombes Sabilul Alif mengatakan, total ada tiga pelaku yang diamankan. Ketiganya merupakan pemilik toko kosmetik yang berasal dari jaringan Sumatera. Bahkan dua dari tiga pelaku diketahui masih berstatus mahasiswa dan pelajar di salah satu perguruan tinggi di Tangerang.

Toko pertama yang berhasil dibongkar adalah toko kosmetik milik pelaku M alias Rajes (40), di Desa Sadang Kecamatan Cisoka, dari toko kosmetik itu polisi mendapatkan 1.332 butir eximer dan 89 tramadol.

“Penindakan peredaran obat keras ilegal berlanjut di toko kosmetik di Desa Cibugel, Kecamatan Cisoka, dan di toko ini kami kembali mengamankan 105 butir eximer dan 58 butir tramadol,” ujarnya, Senin 23 September 2019.

Sabilul menjelaskan, di toko kedua tersebut seorang pemuda berinisial AR alias Siong ditetapkan sebagai tersangka, lantaran AR terbukti menjajakan barang haram di toko kosmetik miliknya. AR juga diketahui berstatus mahasiswa aktif disalah satu perguruan tinggi di Tangerang.

“Selanjutnya kami ke toko kosmetik di Desa Megu, Kecamatan Cisoka, disitu kami mengamankan pemilik toko berinisial SDR (18). Dikarenakan di toko miliknya ditemukan 106 butir obat eximer dan 74 butir tramadol, tersangka SDR itu statusnya masih pelajar,” katanya.

Menurut Sabilul jika ketiga pelaku yang diamankan sudah ditetapkan sebagai tersangka, dan ketiga tersangka masih satu jaringan dalam mengedarkan obat-obatan itu. Ketiganya juga sama-sama berasal dari satu daerah di wilayah Pulau Sumatera.

“Pengungkapan itu berawal dari laporan masyarakat yang resah karena kerap melihat hilir-mudik pembeli di ketiga toko itu, namun masyarakat merasa heran karena toko cenderung tertutup dan rupanya kosmetik itu hanyalah kedok semata. Kami akan terus mengembangkan asal-usul obat keras golong G itu dan mengintensifkan razia, pengawasan, serta penindakan,” jelasnya.(rik)

Komentar Anda

comments