Perang Spanduk Balon Walikota Tangsel Dimulai

oleh -
Pengendara melintas di ruas jalan dengan latar belakang spanduk bakal calon Walikota Tangsel. Foto: Nad

Palapanews.com- Beberapa bakal calon (Balon) Walikota Tangsel yang diisukan akan maju di Pilkada Tangsel 2020, dan aktif bersosialisasi. Hal ini terlihat dari spanduk-spanduk yang dipasang di sudut keramaian yang ada di Kota Tangsel.

Seperti di Jalan Raya Puspiptek, Setu tepatnya di dekat gedung DPRD Tangsel ada beberapa spanduk dari balon Walikota Tangsel. Kemudian di persimpangan Jalan Promoter Tangsel dan lainnya.

Spanduk yang dipasang juga beragam, seperti spanduk dari istri Sandiaga Salahudin Uno yakni Nur Asia Uno yang terdapat tulisan Selamat Hari Raya Idul Adha 1440 H.

Demikian dengan putri Wakil Presiden terpilih yakni Siti Nur Azizah yang juga mengucapkan Selama Hari Raya Idul Adha 1440 H dan sebutan ‘Permata Tangsel 2020’ serta Tangsel Lebih Maju.

Ada pula spanduk dari Lurah Cipayung, Tomy Patria Edwardy yang akan maju di Pilkada Tangsel 2020. Dalam spanduknya, Tomy mengusung slogan SMART yang artinya Siap Melaksanakan Amanah Rakyat Tangsel.

Tak hanya itu, akademisi Suhendar juga memasang spanduk yang berisiskan empat visi misinya jika menjadi Walikota Tangsel yakni Kuliah gratis 1.000 orang per tahun, Pelayanan terpadu satu meja, Revitalisasi dan pembangunan fasilitas umum serta memperluas kesempatan kerja.

Melihat itu, Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah Adi Prayitno menjelaskan bahwa perang spanduk sebagai cara balon bersosialisasi untuk mencari ketenaran.

“Ya mereka sedang bersosialisasi bahwa mereka kemungkinan akan maju di Tangsel, sebagai bentuk sosialiasi melalui memasang spanduk itu, yang di sebut perang udara,” ujarnya, Kamis (8/8/2019).

Lanjutnya, di musim perang udara antar balon Walikota Tangsel ini kesempatan mereka untuk lebih dikenal masyarakat. Apalagi jika nanti, para balon turun langsung ke masyarakat.

“Pada musim perang udara di Tangsel, calon-calon yang konon digosipkan punya potensi untuk maju selain melakukan perang udara. Intinya mereka biar lebih dikenal sebagai kandidat calon Walikota Tangsel,” imbuhnya.

Namun, dari sederet nama yang sudah melakukan perang udara. Spanduk Benyamin yang menyatakan akan maju di Pilkada Tangsel juga belum terlihat.

Menurut, Adi hal itu tidak diperlukan oleh Benyamin sebagai petahana. Karena, Benyamin yang sudah menjabat Wakil Walikota Tangsel tentunya warga Tangsel sudah mengenalnya.

“Pak Ben enggak perlu sosialiasi lagi, semua di Tangsel sudah tau Pak Ben. Satu satunya PR Pak Ben itu, cuman menaikan elektabilitasnya. Kalau soal popularitas semua di Tangsel pasti sidah tau. Kalau yang lain kan harus memperkenalkan diri dahulu,” papar Adi. (nad)

Komentar Anda

comments